Upaya Airlangga Membangun Koalisi Nasionalis-Religius di Pemilu 2024

Rabu, 31 Maret 2021 10:52 Reporter : Randy Ferdi Firdaus
Upaya Airlangga Membangun Koalisi Nasionalis-Religius di Pemilu 2024 Monoarfa Bertemu Airlangga di DPP Golkar. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Ketum Golkar Airlangga Hartarto melanjutkan safari politiknya bertemu ketua umum partai politik. Setelah Surya Paloh dan Prabowo, giliran Ketum PPP Suharso Monoarfa diajak berdiskusi, Selasa (30/3) malam.

Menanggapi safari politik tersebut, Pengamat Politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia, Ujang Komarudin mengatakan, sudah sewajarnya Airlangga melakukan safari politik. Hal ini demi membangun kekuatan pra koalisi jelang Pemilu 2024.

Terlebih, Airlangga telah dimandatkan dalam Rapimnas Golkar untuk menjadi calon presiden pada 2024 mendatang.

“Jadi membangun penjajakan, silaturahmi politik dengan ketua umum ketua umum partai. Karena basis utamanya tadi, dukungan struktur dan kader partai. Airlangga ke sana ke sini. Dan itu bagus untuk menjalin kerja sama di Pilpres,” kata Ujang saat dihubungi, Rabu (31/3).

Ujang menilai, penting membangun koalisi sejak dini. Dengan begitu, kedua pihak yang dalam masa penjajakan bisa menyamakan persepsi dalam tempo waktu yang panjang.

“Karena kalau penjajakannya menjelang pemilu itu sudah tidak keburu. Penjajakan jauh hari membangun relasi menjadi penting. Itu yang sedang dibangun Airlangga. Kalau menjelang pemilu maka sudah tidak ada waktu,” tambah Ujang lagi.

Dalam membangun koalisi, jika merujuk pada aturan 20 persen presidential threshold (PT) maka setidaknya, minimal harus memiliki 115 kursi di DPR RI. Dengan begitu, aturan mengusung calon presiden dan calon wakil presiden terpenuhi sesuai UU Pemilu. Sementara Golkar dan PPP telah terkumpul 104 kursi.

Ujang mengatakan, karena aturan PT tersebut, Airlangga gencar melakukan safari politik. Dengan demikian, langkahnya untuk maju jadi calon presiden semakin terbuka.

“Makanya kan kalau kita lihat Airlangga bertemu tidak hanya dengan ketua umum PPP. Sudah hampir semua, dengan Surya Paloh dan Prabowo juga sudah bertemu,” tutur dia.

Ujang juga melihat, di balik pertemuan Golkar dan PPP semalam sebagai upaya membangun koalisi nasionalis-relijius di Pemilu 2024.

“Jadi gabungan masa nasionalis dan masa agamis. Dan itu tentu bagus,” kata Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR).

Soal status Airlangga yang kini menjabat Menko Perekonomian, Ujang meyakini tak menjadi hambatan. Terlebih, menurut Ujang, langkah safari politik Airlangga telah mendapatkan izin dari Presiden Jokowi.

“Biasanya pergerakan menteri sudah seizin pak presiden. Sudah melalui izin pak presiden. Saya memiliki keyakinan sudah diizinkan,” terang dia.

“Saya ingat dulu, Pak Airlangga saat belum ditentukan di Rapimnas, Pak Airlangga tidak mau jalan membangun pemberitaan terkait capres cawapres karena dia tidak enak dengan presiden. Ketika sudah diresmikan di Rapimnas Golkar, mungkin Pak Airlangga izin dengan Pak Jokowi untuk bisa melakukan silaturahmi politik,” kata Ujang.

Kerjasama Jangka Panjang

Seperti diketahui, Partai Golkar dan PPP sepakat menjalin kerja sama. Hal itu disampaikan usai pertemuan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dengan Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa.

Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa mengatakan, PPP dan Golkar memiliki satu visi. Salah satunya dalam rangka merawat persatuan dan pembangunan.

"Seperti tadi disampaikan oleh pak Airlangga bahwa presiden menghendaki kita melakukan re-install dari sistem pembangunan kita dan di re-install dengan sesuatu yang baru, sesuatu yang berkelanjutan, sesuatu yang beradaptasi dengan kemajuan, dan kami berdua memiliki kesamaan atas pandangan-pandangan itu," kata Suharso di kantor DPP Golkar, Selasa (30/3).

Untuk itu, Golkar dan PPP membentuk satu tim untuk menyusun rencana pembangunan jangka panjang tahun 2025-2045.

"Jadi seperti tadi disampaikan, kita akan punya satu tim yang akan menyusun bagaimana rencana pembangunan jangka panjang Indonesia 2025-2045," kata Suharso.

"Sebagaimana kita ketahui, rencana pembangunan jangka menengah 2020-2024 adalah bagian terakhir dari rencana pembangunan jangka panjang 2005-2024 yang sama-sama pada waktu itu dibidani oleh PPP dan Golkar. Jadi, kesamaan sejak membentuk undang-undang itu, kami ingin lanjutkan pada masa yang akan datang," ujar dia.

Sementara itu, Airlangga mengaku pembicaraan hari ini banyak membahas pandemi Covid-19 dan memulai kembali ekonomi. Termasuk rencana pembangunan jangka panjang 2025-2045.

"Tentu hal-hal lain kita melihat betapa pentingnya keberlanjutan pembangunan tidak hanya dari program pemerintah tapi juga kesamaan dalam politik partai Golkar dan PPP sama sama kita partai nasionalis religius di tengah," kata Airlangga.

Ditanya soal kerjasama di ranah politik elektoral Pemilu 2024, Airlangga mengatakan akan ada pembahasan lebih lanjut. Termasuk membuka opsi koalisi.

"Itu akan dibahas lebih lanjut. Yang penting kita kerja samakan untuk pekerjaan pemerintahan ke depan yang membutuhkan dukungan dari pemerintah maupun di parlemen, itu yang kami bahas agar perekonomian kita tumbuh di atas 6 persen di 2023," pungkasnya. [rnd]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini