Tsamara 'serang' partai lama, Rommy minta PSI hormati fatsun koalisi
Merdeka.com - Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Tsamara Amany menyebut banyak pejabat tertangkap kasus korupsi di KPK karena kegagalan proses rekrutmen partai-partai lama. Dia mengatakan partai lama ini belum ada komitmen pemberantasan korupsi mulai dari proses perekrutan calon legislatif.
Menanggapi serangan tersebut, Ketua Umum PPP M Romahurmuziy menyarankan PSI menghormati sopan santun berkoalisi. Apalagi, pernyataan Tsamara itu menanggapi OTT Bupati Cirebon Sunjaya Purwadisastra, yang merupakan kader PDIP.
Politisi yang akrab disapa Romy itu menyakini koalisi tetap solid. "Makanya saya ingatkan supaya sebagai sesama anggota koalisi terlebih dari itu sebagai sesama parpol kita sama-sama menjunjung tinggi fatsun bahwa apa yang kita lakukan demi bangsa dan negara," ujarnya di sela Rakernas TKN Jokowi-Ma'ruf di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (28/10).
Rommy mengatakan sindiran PSI kepada partai lama itu wajar karena belum pernah merasakan kursi parlemen. Dia mengingatkan jangan sampai partai pimpinan Grace Natalie itu berbuat lebih parah daripada yang disindir.
"Ilmu partai yang belum duduk di DPR selalu begitu, jadi nanti kalau sudah duduk jangan-jangan lebih parah," pungkasnya.
Sekjen PSI Raja Juli Antoni mengaku pernyataan kadernya tidak bermaksud menyerang partai. Dia mengklaim hanya berpendapat agar sistem politik yang ada menjadi lebih baik.
"Kami tidak menyerang, PSI tidak menyerang," ucapnya di sela Rakernas TKN Jokowi-Ma'ruf.
(mdk/did)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya