Puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-32 Kota Mataram pada Minggu (31/8) menjadi ajang refleksi dan penegasan arah masa depan. Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal, melalui sambutan yang dibacakan Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana, menyerukan pentingnya merawat kota ini tidak hanya melalui pembangunan fisik, tetapi juga dengan pembangunan nilai.
Pembangunan nilai yang dimaksudkan mencakup penguatan kebersamaan, kerukunan, serta persaudaraan di antara seluruh warga. Pesan ini disampaikan di Lapangan Sangkareang, Mataram, dalam sebuah upacara yang dihadiri berbagai elemen masyarakat dan pejabat daerah.
Gubernur Iqbal menegaskan bahwa sebuah kota yang besar tidak diukur dari tingginya gedung-gedung pencakar langit, melainkan dari tingginya solidaritas yang terbangun di antara penduduknya. Ini menjadi fondasi utama bagi kemajuan dan kesejahteraan Kota Mataram di masa mendatang.
Advertisement
Advertisement
Pembangunan Nilai dan Solidaritas Kota Mataram
Tiga puluh dua tahun sejak ditetapkan sebagai kota otonom, Mataram telah mengalami pertumbuhan, proses, dan transformasi yang signifikan. Namun, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengingatkan bahwa kemajuan sejati terletak pada pembangunan nilai-nilai fundamental.
Pembangunan nilai ini mencakup penguatan rasa kebersamaan, kerukunan antarwarga, dan persaudaraan yang kokoh. Menurutnya, solidaritas adalah aset terpenting sebuah kota, melebihi kemegahan infrastruktur fisik.
Pesan ini menggarisbawahi bahwa fondasi masyarakat yang kuat dan harmonis akan menjadi pendorong utama bagi setiap pembangunan yang dilakukan. Dengan demikian, warga Mataram diajak untuk berpartisipasi aktif dalam menciptakan lingkungan sosial yang positif dan saling mendukung.
Advertisement
Advertisement
Mataram sebagai Barometer NTB dan Tantangan Masa Depan
Sebagai pusat pemerintahan provinsi, Mataram telah menjadi wajah Nusa Tenggara Barat di tingkat nasional, bahkan internasional. Gubernur Iqbal selalu menyebut Mataram sebagai barometer NTB, karena kesan pertama dunia tentang provinsi ini seringkali terbentuk dari apa yang terlihat di Mataram.
Kemajuan Mataram secara langsung mencerminkan kemajuan Provinsi NTB secara keseluruhan. Oleh karena itu, apa yang dilakukan hari ini di Mataram akan sangat menentukan wajah kota ini di masa depan, mengingat tantangan yang tidak ringan.
Tantangan tersebut meliputi urbanisasi yang cepat, kebutuhan infrastruktur yang terus meningkat, dampak perubahan iklim, serta tuntutan pelayanan publik yang semakin kompleks. Namun, Gubernur yakin bahwa dengan kebersamaan, semua tantangan tersebut dapat diatasi.
Advertisement
Advertisement
Peran Generasi Muda dan Empati dalam Perayaan HUT
Masa depan Kota Mataram berada di tangan generasi mudanya. Oleh karena itu, Gubernur NTB menekankan pentingnya memberikan ruang seluas-luasnya bagi anak-anak muda Mataram untuk berkarya, berinovasi, dan berkontribusi bagi kemajuan kota. Pemberdayaan generasi muda menjadi kunci untuk menghadapi dinamika masa depan.
Upacara HUT ke-32 Kota Mataram di Lapangan Sangkareang berlangsung aman dan lancar, meskipun dengan konsep yang sederhana. Kehadiran Gubernur NTB Lalu M Iqbal, jajaran Forkopimda, pejabat, tokoh agama, organisasi wanita, pemuda, dan ASN setempat menunjukkan komitmen bersama.
Konsep sederhana ini merupakan bentuk empati terhadap kondisi daerah dan pemerintah pusat saat ini. Beberapa agenda seremonial, hiburan rakyat, dan live musik yang sebelumnya disiapkan Pemerintah Kota Mataram bahkan dibatalkan sebagai wujud kepedulian. Ini juga terlihat dari perubahan kebijakan pakaian adat Suku Sasak menjadi pakaian Korpri bagi ASN dan batik bagi tamu undangan, yang menunjukkan adaptasi dan empati pemerintah kota.
Advertisement
Sumber: AntaraNews