Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

TKN Sebut Ajakan Memilih Bukan karena Takut Golput Gerus Suara Jokowi

TKN Sebut Ajakan Memilih Bukan karena Takut Golput Gerus Suara Jokowi Golkar pecat kader yang mendukung Prabowo. ©Liputan6.com/Johan Tallo

Merdeka.com - Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf menyebut masalah golput adalah soal demokrasi. Ajakan untuk memilih pada 17 April, menurut Wakil Ketua TKN Lodewijk Fredrich Paulus, bukan karena khawatir golput menggerus suara calon petahana.

"Kita tentunya tidak melihat seperti itu, lihatlah dalam iklim demokrasi kita seperti apa," ujarnya di DPP Partai Golkar, Jakarta Barat, Rabu (27/3).

Sekretaris Jenderal Partai Golkar itu mengaku belum punya hitungan perkiraan jumlah pemilih golput. Apalagi dugaan berapa kerugian akibat naiknya angka pemilih golput.

Menurut Lodewijk, mengurangi angka golput bertujuan agar indeks demokrasi yang lebih baik. Apalagi KPU punya target 79 persen tingkat partisipasi pemilih. Maka itu, Lodewijk juga ikut mengkampanyekan agar memilih pada 17 April.

"Karena sebenarnya kalau dia golput dia, tidak menggunakan haknya dan dia, akan menyesal, kok orangnya begini, kok saya tidak ikut, kan itu tidak ada artinya nunggu 5 tahun lagi baru dia bisa menebus kesalahannya," ujarnya.

Selama kampanye terbuka, capres 01 Joko Widodo dan cawapres Ma'ruf Amin rajin mengajak masyarakat untuk datang ke TPS pada 17 April. Narasi demikian disampaikan supaya masyarakat menggunakan hak pilihnya.

LSI Denny JA sebelumnya pernah mengeluarkan rilis survei terkait dampak golput terhadap elektabilitas pasangan calon presiden. Menurut peneliti LSI Ikrama Masloman, kubu Jokowi bakal dirugikan apabila suara golput tinggi.

(mdk/bal)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP