Tifatul sebut pasal kretek ada di RUU Kebudayaan tidak logis

Senin, 28 September 2015 16:58 Reporter : Rizky Andwika
Tifatul sebut pasal kretek ada di RUU Kebudayaan tidak logis Diskusi KPK. ©2013 Merdeka.com/Muhammad Luthfi Rahman

Merdeka.com - Anggota badan Legislasi (Baleg) DPR dari Fraksi PKS Tifatul Sembiring mengaku kaget saat mendengar pasal kretek dimasukkan ke dalam RUU Kebudayaan. Pasalnya, dia mengaku tidak mengetahui ada pembahasan ihwal pasal kretek saat rapat Baleg.

"Makanya saya tanya sama Firman Soebagyo (Wakil Ketua Baleg) tapi dia malah minta saya tanya sama Misbakhun. Saya tanya Misbakhun, dia malah minta tanya ke Firman," kata Tifatul di Gedung DPR, Jakarta, Senin (28/9).

Oleh sebab itu, dia membantah pernyataan Firman Soebagyo yang menyebut bahwa seluruh fraksi yang ada di DPR telah menyetujui pasal kretek dimasukkan ke dalam RUU Kebudayaan. "Enggak itu. PKS menolak itu. Nanti kita masih bisa protes di paripurna," tegasnya.

Mantan presiden PKS itu heran dengan alasan di balik dimasukkannya pasal kretek ke RUU Kebudayaan karena dianggap sebagai warisan kebudayaan bangsa. Sebab, menurutnya, wayang lebih pantas dijadikan warisan kebudayaan untuk dimasukkan ke RUU Kebudayaan ketimbang rokok kretek.

"Ini enggak logis. Kenapa enggak wayang, ini budaya, unik. Kenapa rokok? Kenapa enggak daun kawung aja sekalian? Itu malah lebih original," paparnya.

"Jadi kalau kata Kiai Ahmad Dahlan itu kan tidak boleh menghalalkam segala sesuatu yang sudah terbiasa. Tapi membiasakan sesuatu yang sudah benar. Itu kata kata Kiai Ahmad Dahlan," ujarnya menambahkan. [bal]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini