Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Terkorup kedua, slogan antikorupsi Demokrat hanya bualan

Terkorup kedua, slogan antikorupsi Demokrat hanya bualan Demokrat. Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Indonesia Corruption Watch (ICW) merilis Partai Demokrat sebagai partai politik terbanyak kedua yang terlibat kasus korupsi sepanjang 2012.

Ketua Pusat Studi Pancasila dari Universitas Pancasila Yudi Latif menilai, tagline antikorupsi partai berlogo Mercy itu hanya sebuah bualan dan tidak terbukti.

"Ya pertama janji-janjinya berantas korupsi ternyata tidak terbukti. Kedua Demokrat sebagai partai pemerintah tentu saja mencerminkan kalau pemerintah dalam platform andalannya memasukkan pemberantasan korupsi sebagai andalannya tetapi dalam partainya tidak konsisten dalam pemberantasan korupsi tentu saja akan jadi bulan-bulanan perhatian," terang Yudi Latif di Hotel Grand Aliya Cikini, Jakarta, Sabtu (29/12).

Menurutnya, dalam setiap iklannya Partai Demokrat selalu menyatakan 'Katakan tidak pada korupsi'. Namun, hal itu tidak terbukti. Dampaknya, publik akan memberikan penilaian negatif terhadap partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu.

"Dari modal iklannya pun korup, maka itu akan jadi perhatian publik. Kedua, Demokrat inikan pemegang kekuasaan, incumbent. Bahkan pemimpin dari partai-partai pemerintah itu tentu saja sebagai pemimpin dari incumbent tentu menjadi topik perhatian," tegas Latif.

Diberitakan sebelumnya, ICW melansir bahwa Partai Demokrat merupakan partai politik terbanyak kedua yang terlibat kasus korupsi sepanjang 2012. Partai berlambang mercy itu berada di bawah Partai Golkar yang mencapai 14 orang kadernya terjerat kasus tersebut. (mdk/dan)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP