Tepis Isu Perpecahan, Prabowo Kumpul Bareng Sekjen Parpol Koalisi

Sabtu, 20 April 2019 10:08 Reporter : Merdeka
Tepis Isu Perpecahan, Prabowo Kumpul Bareng Sekjen Parpol Koalisi prabowo kumpul bareng sekjen parpol koalisi. ©2019 Merdeka.com/istimewa

Merdeka.com - Sekjen Partai Berkarya Priyo Budi Santoso membantah tegas isu pecah kongsi koalisi partai pengusung calon presiden dan wakil presiden, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Lewat pesan singkat diterima, Priyo menyatakan isu tersebut hanya gorengan pihak tak bertanggung jawab.

"Berita beredar seolah koalisi retak, itu hanya isu digoreng. Nyatanya ke 5 partai koalisi solid," tegas Priyo, Sabtu (20/4).

Priyo menceritakan, pertemuan kelima Sekjen koalisi partai Indonesia Adil Makmur ini digawangi langsung oleh Prabowo Subianto. Kepada partai koalisi Prabowo menyampaikan rasa terima kasihnya kepada setiap kader masing-masing partai dan relawan yang mendukung dalam Pemilu 2019.

"Beliau bersyukur kepada Tuhan & sampaikan terima kasih atas dukungan besar rakyat, partai-partai koalisi seluruh jaringan dan caleg, para ulama, tokoh semua agama, para relawan, emak-emak, milenial dan semua pihak," ujar Priyo.

Lewat foto dilihat, kelima Sekjen hadir seperti Muzani dari Partai Gerindra, Hinca Panjaitan dari Partai Demokrat, Edy Soeparno dari Partai Amanat Nasional, Mustafa Kamal dari PKS, dan Priyo Budi dari Partai Berkarya.

Isu Pecah Kongsi

Sebelumnya diberitakan, awal isu pecah kongsi bermula saat Partai Demokrat lewat Ketua Umum Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan surat kepada para kadernya agar menarik diri, bila terjadi gerakan atau cara inkonstitusi dalam praktik Pemilu 2019.

Kendati demikian, hal itu dibantah oleh Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat Amir Syamsuddin. Menurut dia, koalisi masih solid.

Menurut Amir, inti pesan SBY itu agar tetap mengawal hasil Pemilu 2019 sesuai Undang-undang dan bukan ketidaksepahaman dengan koalisi BPN 02.

"Yang pasti memang ada instruksi dari Bapak (SBY) yang intinya dari ketua umum kami ya. Intinya itu memastikan bahwa para pengurus dan kader Partai Demokrat untuk tidak melibatkan diri dalam kegiatan yang bertentangan dengan konstitusi dan undang-undang yang berlaku itu aja," kata Amir.

Reporter: Muhammad Radityo

Sumber: Liputan6.com [rnd]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini