Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Tekan golput, Ahok-Djarot & Anies-Sandi diminta pertajam visi-misi

Tekan golput, Ahok-Djarot & Anies-Sandi diminta pertajam visi-misi JPRR di Bawaslu. ©2017 Merdeka.com/anisyah

Merdeka.com - Perhitungan Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Pilgub DKI 2017 berdasarkan form C1 sudah mencapai 100 persen dari 13.023 TPS di seluruh Jakarta. Hasilnya, pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat unggul dengan perolehan 2.357.587 suara atau 42.91 persen.

Sementara di posisi kedua, pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno meraih 2.200.636 suara atau 40.05 persen. Sedangkan pasangan Agus Yudhoyono-Sylviana Murni berada di posisi buncit, dengan perolehan 936.609 suara atau 17.05 persen.

Meski angka partisipasi pemilih yang datang meningkat tahun ini hingga 77 persen, namun nyatanya angka pemilih golongan putih mencapai 1,6 juta suara atau 23 persen. Angka ini lebih besar ketimbang suara pemilih yang memilih paslon nomor urut 1 yakni Agus Sylvi.

Melihat data tersebut, Koordinator Nasional Jaringan Pendidikan Pemilih Untuk Rakyat (JPPR) Masykurudin Hafidz menilai dua paslon yang lolos ke putaran kedua harus bekerja keras untuk meyakinkan pemilih golput. Sebab, angkanya lebih tinggi ketimbang suara yang diperoleh pasnagan Agus-Sylvi.

"Sebaiknya (kampanye) lebih mengarahkan kepada pemilih golput karena jumlahnya 23 persen. Lebih banyak dari pada pemilih paslon 1 yang hanya sekitar 17,05 persen," kata Masykurudin di Bawaslu, Jakarta Pusat, Sabtu (18/2).

Lebih lanjut dia menerangkan bahwa para pemilih Agus sudah barang tentu memilih Agus dan Sylvi ketimbang keduanya. Karakter pemilih Agus-Sylvi pun meraka yang merupakan kader partai atau simpatisan pendukung. Sehingga arah kebijakan parpol pengusung bisa menggeser suara ke salah satu paslon.

Namun, suara dari pemilih Agus Sylvi tak terlalu banyak bila dibandingkan dengan pemilih golput. Menurut Masykurudin, ada berbagai alasan pemilih golput tak menggunakan haknya.

"Suara yang pemilih golput ini yang tidak bisa diketahui arahnya. Sebagian dari mereka punya pilihan tapi tidak cukup berani untuk datang ke TPS dan menggunakan haknya," terangnya.

Untuk itu, dia merekomendasikan pada masa kampanye putaran kedua, baik paslon Basuki Djarot maupun Anies-Sandi untuk menajamkan visi misi dan programnya kepada pemilih golput.

"Pada kampanye berikutnya paslon perlu menajamkan visi misi dan programnya untuk meyakinkan pemilih golongan putih ketimbang merebut suara pemilih Agus-Sylvi. Juga meyakinkan masyarakat agar datang ke TPS untuk membuktikan pilihannya jauh lebih mudah daripada berusaha mengubah pilihannya," tutup Masykurudin.

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP