Tahukah Anda? Gubernur Banten Ingatkan Pelajar di Kemah Kebangsaan Banten Jauhi Narkoba dan Hoaks
Gubernur Banten Andra Soni sampaikan pesan penting di Kemah Kebangsaan Banten, ingatkan pelajar jauhi narkoba dan hoaks. Apa pesan menyentuh lainnya yang disampaikan?
Pada hari Minggu, Gubernur Banten Andra Soni memberikan pembekalan penting kepada ratusan pelajar peserta Kemah Kebangsaan di Bumi Perkemahan Cihunjuran, Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang. Kegiatan ini bertujuan membentuk karakter generasi muda yang tangguh dan bertanggung jawab. Ia secara tegas mengingatkan peserta untuk menjauhi narkoba serta tidak mudah terprovokasi berita bohong dan tindakan anarkis.
Pesan ini disampaikan dalam rangkaian acara Kemah Kebangsaan yang berlangsung selama tiga hari, mulai dari 3 hingga 5 Oktober 2025. Acara ini diikuti oleh 700 pelajar dari 32 sekolah di Provinsi Banten, didampingi oleh para guru pembimbing. Tema yang diusung adalah "Pemuda Garda Terdepan Meneguhkan Persatuan, Melawan Anarkisme, dan Menangkal Hoaks dalam Menyongsong Indonesia Emas 2045".
Selain seruan untuk menjauhi perilaku negatif, Gubernur Andra Soni juga menyampaikan pesan moral yang mendalam mengenai pentingnya mengingat jasa ibu. Ia menekankan bahwa sosok ibu adalah kunci untuk menghindari hal-hal yang tidak baik dalam hidup. Pesan ini diharapkan menjadi pegangan moral bagi para pelajar dalam menentukan arah kehidupan mereka di masa depan.
Pesan Penting Gubernur Banten untuk Generasi Muda
Gubernur Banten Andra Soni secara lugas mengingatkan para pelajar tentang pentingnya memanfaatkan waktu dan usia dengan bijak. Ia menegaskan, "Usia tidak bisa ditawar. Waktu tidak bisa ditawar. Jauhi narkoba." Pesan ini menjadi penekanan utama agar generasi muda tidak terjerumus ke dalam bahaya penyalahgunaan obat-obatan terlarang yang dapat merusak masa depan.
Selain itu, Andra Soni juga menyoroti ancaman informasi palsu di era digital. Ia berpesan, "Jangan mudah terbawa berita bohong. Jangan mudah diajak anarkis." Gubernur menekankan pentingnya sikap kritis dalam menyaring informasi dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memecah belah persatuan. Hal ini krusial untuk menjaga stabilitas sosial.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Andra Soni juga menyampaikan pesan yang menyentuh hati tentang peran ibu. "Kunci kalian adalah ingat ibu untuk menghindari hal-hal yang tidak baik. Beruntunglah bagi kalian yang masih memiliki ibu," ucapnya. Menurutnya, ibu adalah sosok yang paling pertama berduka saat anak tertimpa musibah dan pembela pertama dalam setiap kesulitan. Pesan ini diharapkan menjadi landasan moral bagi para peserta Kemah Kebangsaan Banten.
Pengembangan Diri dan Semangat Kebersamaan di Kemah
Gubernur Andra Soni mendorong para pelajar untuk aktif mengembangkan diri melalui pertemanan positif dan berbagai aktivitas kebangsaan. Ia menyoroti manfaat dari kegiatan Kemah Kebangsaan ini. "Perkemahan ini sangat penting dan berguna dalam menambah pertemanan," ujarnya, menekankan pentingnya membangun jaringan sosial yang sehat.
Andra Soni juga menyarankan agar para peserta Kemah Kebangsaan Banten sering berkomunikasi dengan teman-teman mereka. "Seringlah berkabar dengan teman dengan informasi yang baik," katanya, menunjukkan pentingnya berbagi informasi positif dan menjaga silaturahmi. Hal ini sejalan dengan upaya membentuk karakter pelajar yang peduli dan mandiri.
Mengingat pengalaman pribadinya, Gubernur Andra menuturkan kenangan saat mengikuti Perkemahan Sabtu-Minggu (Persami) di masa kecil. Pengalaman tersebut meninggalkan kesan mendalam karena mengajarkan arti kebersamaan. "Yang utama adalah kebersamaan. Bersama itu membuat kita kuat," tegasnya, menyoroti nilai persatuan yang dibangun melalui kegiatan kemah.
Kemah Kebangsaan: Wadah Pembentukan Karakter Pelajar Banten
Koordinator Barisan Intelektual Strategi Objektif Nasional (BISON) Indonesia, Ginka Febrianti Ginting, menjelaskan bahwa kegiatan Kemah Kebangsaan ini diikuti oleh 700 pelajar. Mereka berasal dari 32 sekolah yang tersebar di seluruh Provinsi Banten. Kehadiran para guru pendamping juga memastikan kelancaran dan efektivitas jalannya program.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta diberikan berbagai materi yang relevan dengan tujuan kemah. "Disampaikan berbagai materi agar peserta peduli pada bangsa, diri sendiri, serta mandiri," ujar Ginka. Materi-materi ini dirancang untuk memperkuat kesadaran nasionalisme dan kemandirian para pelajar.
Kemah Kebangsaan ini diselenggarakan dengan tema besar "Pemuda Garda Terdepan Meneguhkan Persatuan, Melawan Anarkisme, dan Menangkal Hoaks dalam Menyongsong Indonesia Emas 2045". Tema ini mencerminkan komitmen untuk mempersiapkan generasi muda Banten menghadapi tantangan masa depan. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya nyata dalam membentuk karakter pelajar yang siap berkontribusi bagi bangsa.
Sumber: AntaraNews