Survei Populi: Pemilih Loyal Jokowi dan Prabowo Sama-sama Meningkat

Kamis, 7 Februari 2019 19:16 Reporter : Merdeka
Survei Populi: Pemilih Loyal Jokowi dan Prabowo Sama-sama Meningkat Debat pasangan Capres. ©2019 Liputan6.com/Faizal Fanani

Merdeka.com - Debat perdana beberapa waktu lalu cukup berpengaruh pada perubahan karakteristik calon pemilih masing-masing paslon capres-cawapres. Terdapat perubahan angka solid voters atau pemilih mantap dan swing voters atau pemilih yang masih mungkin berubah pada pasangan Jokowi-Maruf maupun Prabowo-Sandi.

Berdasarkan hasil survei terbaru Populi Center, jumlah solid voters pasangan nomor urut 1 Joko Widodo- Ma'ruf Amin meningkat dari sebelum debat sebesar 88,9 persen menjadi 90,8 persen usai debat. Sementara solid voters pasangan nomor urut 2 Prabowo Subianto- Sandiaga Uno meningkat dari 82,6 persen menjadi 85,5 persen.

Sedangkan swing voters Jokowi-Ma'ruf menurun dari angka 8,6 persen sebelum debat menjadi 6,2 persen usai debat. Penurunan juga terjadi pada swing voters untuk pasangan Prabowo-Sandi dari angka 13,3 persen menjadi 11,3 persen.

"Paslon Jokowi-Maruf harus berhati-hati karena kenaikan solid voters lebih banyak terjadi pada paslon Prabowo Sandi. Temuan ini sifatnya indikatif mengingat jumlah responden yang terbatas," ujar peneliti Populi Center Dimas Ramadhan di kantornya, Slipi, Jakarta Barat, Kamis (7/2).

Lebih lanjut, jumlah masyarakat yang mengetahui dan menyaksikan langsung debat perdana capres-cawapres pada 17 Januari lalu cukup banyak ketimbang yang tidak mengetahui. Namun ketertarikan mereka untuk memperbincangkan debat relatif kecil yakni 35,6 persen berbanding 64,4 persen.

Penilaian masyarakat terhadap manfaat debat capres pun beragam. Dari total 1.486 responden di seluruh Indonesia, 33,9 persen menilai manfaat debat untuk mengetahui visi, misi, dan program kerja kandidat. Sementara 10,8 persen menilai debat dapat membantu memberikan pertimbangan menentukan pilihan. 6 Persen menganggap debat untuk mengetahui latar belakang kandidat.

"3,7 Persen menilai debat tidak atau kurang ada manfaatnya. 3,2 persen menilai debat untuk mengklarifikasi isu yang beredar. Dan 42,5 persen sisanya tidak menjawab," ucap Dimas.

Dari pemaparan visi, misi, dan program kerja kandidat pada debat perdana, yang dianggap paling realistis oleh masyarakat adalah yang disampaikan Jokowi-Maruf yakni sebesar 55,7 persen. Sementara yang menilai visi, misi, dan program kerja Prabowo-Sandi paling realistis hanya sebesar 29,8 persen. 14,5 persen sisanya tidak menjawab.

53,1 Persen responden juga menilai bahwa paslon nomor urut 1 unggul pada debat perdana capres-cawapres tersebut. Sedangkan 31,1 persen menilai paslon nomor urut 2 yang unggul. 15,8 Persen sisanya tidak menjawab.

"Kemudian pilihan pascadebat, dengan pertanyaan setelah menyaksikan debat pertama, siapa pasangan yang akan Anda pilih untuk menjadi Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024? 62,5 Persen menjawab Jokowi-Maruf, 36,4 persen menjawab Prabowo-Sandi, dan 1,1 persen tidak akan memilih," kata Dimas.

Untuk diketahui, survei tersebut dilakukan dengan metodologi wawancara tatap muka pada 20-27 Januari 2019 di 34 provinsi seluruh Indonesia. Besaran sampel adalah 1.486 responden, dipilih secara acak bertingkat (multistage random sampling).

Hasil survei memiliki margin of error sebesar 2,53 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Untuk menjamin distribusi sampel yang memadai, setiap kelurahan terpilih dialokasikan 10 responden dari dua RT.

Proporsi gender ditentukan 50:50. Besaran sampel tiap wilayah dialokasikan sesuai dengan proporsi daftar pemilih tetap (DPT) dari data Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Reporter: Nafiysul Qodar
Sumber: Liputan6.com [fik]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini