Suara Turun di Garut, PDIP Salahkan Isu Hoaks
Merdeka.com - Arus besar hoaks selama Pemilu 2019 memberikan pengaruh negatif yang cukup signifikan terhadap suara calon anggota legislatif dari PDI Perjuangan di Kabupaten Garut. Bukan hanya itu saja, arus tersebut pun kemudian berdampak pada raihan suara untuk Pilpres yang juga merosot pada Jokowi-Ma'ruf yang didukung PDI Perjuangan.
"Raihan suara di Pemilu 2019 memang mengalami penurunan, bahkan suara pak Jokowi di Garut juga turun dibanding periode lalu. Dulu mencapai 29 persen, sekarang hanya 27,84 persen," kata Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Garut, Yidha Puja Turnawan, Kamis (2/5).
Dalam pemilihan legislatif, disebut Yudha, PDI Perjuangan untuk DPRD Garut hanya mendapat lima kursi dari sebelumnya enam kursi dewan. Dengan kondisi tersebut, menurutnya dipastikan PDI Perjuangan di periode ini tidak akan memiliki jatah pimpinan dewan.
Berdasarkan data yang dihimpun, raihan kursi PDI Perjuangan sama dengan PKS, Partai Demokrat, dan PAN. Raihan tersebut pun menurut Yudha, bukan tanpa alasan, pihaknya tidak hanya sibuk untuk bisa meraih suara maksimal namun juga melawan hoaks yang beredar.
"Memang hoaks selama pemilu ini cukup banyak dan harus kita lawan. Seperti misalnya banyak yang menyebut jika PDI Perjuangan menang akan menutup pesantren sampai hoaks yang menyebut PDI Perjuangan tidak butuh suara umat Islam," ungkapnya.
Ia pun tidak menampik bahwa serangan hoaks tersebut memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap penurunan suara partai moncong putih itu. Namun meski demikian, Yudha menyebut bahwa PDI Perjuangan masih bersyukur karena bisa menempatkan kadernya di DPRD kabupaten, provinsi, hingga DPR RI.
Untuk caleg asal PDI Perjuangan yang dipastikan lolos ke DPRD Provinsi Jawa Barat, disebut Yudha ada Memo Hermawan. Sedangkan untuk kader PDI Perjuangan yang lolos ke DPR RI ada nama Dony Maryadi Oekon.
(mdk/rnd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya