Sindir Prabowo, Timses Jokowi Sebut Rakyat Jengah dengan Narasi Bombastis
Merdeka.com - Anggota Gugus Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Ridwan Habib menyindir calon presiden Prabowo Subianto soal narasi bombastis. Prabowo belakangan ini memang kerap melontarkan pernyataan yang 'bombastis' seperti misalnya adanya serbuan beras impor di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
"Di Klaten katanya berasnya impor. Masyarakat Klaten komplain, demo juga. Wong beras Klaten itu gemah ripah loh jinawi," ujar Ridwan di Taman Suropati Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (20/1).
Selain beras impor, Prabowo juga menyebut ada pria Grobogan, Jawa Tengah, bernama Hardi gantung diri karena terhimpit masalah ekonomi. Keluarga Hardi belakangan ini membantah pernyataan Prabowo. Menurut pihak keluarga, Hardi gantung diri bukan karena masalah keuangan.
"Lah masyarakat Grobogan 2 hari lalu demo karena yang gantung diri itu punya sawah, punya rumah, anaknya sudah bekerja. Jadi dia gantung diri bukan karena enggak punya uang, bukan masalah ekonomi," kata dia.
Ridwan mengatakan, masyarakat sudah cerdas menilai narasi yang disampaikan tokoh politik. Bahkan masyarakat disebut sudah muak dengan narasi bombastis yang dilontarkan para politikus.
"Rakyat makin muak akibatnya mereka menjadi jenuh dengan politik, menjadi jengah dengan politik," ucapnya.
Ridwan melanjutkan, saat ini masyarakat menginginkan calon pemimpin yang betul-betul bekerja membangun Indonesia. Bukan calon pemimpin yang banyak bicara tanpa kerja nyata.
"Mereka lebih suka pada yang sudah kerja nyata. Yang sudah ada kerjanya, sudah ada buktinya," ujarnya.
"Jadi saya kira kita tidak usah terlalu banyak konsep atau teori karena masyarakat sudah cerdas. Publik itu sekarang walaupun di desa mereka sangat aware kok," kata Ridwan mengakhiri.
(mdk/dan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya