SBY Bicara Persaudaraan Rakyat Melemah: Ini Lampu Kuning, Fenomena dan Arus Buruk

Senin, 9 September 2019 20:12 Reporter : Nur Habibie
SBY Bicara Persaudaraan Rakyat Melemah: Ini Lampu Kuning, Fenomena dan Arus Buruk SBY buka pembekalan calon legislator partai Demokrat. ©2018 Liputan6.com/Faizal Fanani

Merdeka.com - Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan pidato kontemplasi dalam rangka HUT Partai Demokrat ke-18 di Pendopo Puri Cikeas, Senin (9/9). Mengawali pidatonya, SBY mengungkapkan pandangannya terkait kehidupan sosial, ekonomi dan politik yang berkembang saat ini.

Dia menyebut kemajemukan bangsa bisa menjadi kekayaan dan kekuatan. Namun, kemajemukan juga bisa menjadi sumber kerawanan dan kelemahan. SBY juga memberikan resep menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, yaitu kasih sayang dan rasa persaudaraan.

"Tidak ada resep yang ajaib untuk menjaga persatuan dan kesatuan, kecuali secara sadar memperkuat dua nilai fundamental, apa itu? Pertama adalah kasih sayang, love di antarakuta dan bukan kebencian. Kedua adalah rasa persaudaraan," kata SBY di Cikeas, Bogor.

Ketua Umum Partai Demokrat ini melihat beberapa tahun terakhir, rasa kasih sayang dan persaudaraan antaranak bangsa memudar. Sementara kebencian dan rasa permusuhan karena beda identitas menguat.

"Ini lampu kuning. Ini sebuah fenomena dan arus buruk yang membahayakan masyarakat dan bangsa kita," ujarnya.

Atas kondisi ini, SBY menilai semua rakyat punya tanggung jawab untuk mengembalikan kondisi yang salah ini ke arah yang benar.

"Kita semua harus mengambil tanggung jawab dan membalikkan fenomena yang salah ini, dan kembali ke arah benar," tandas SBY. [ray]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini