Sandiaga Sebut Masalah Stunting Lebih Penting dari Pilpres

Minggu, 17 Maret 2019 22:32 Reporter : Ahda Bayhaqi
Sandiaga Sebut Masalah Stunting Lebih Penting dari Pilpres Debat Cawapres 2019. ©Liputan6.com/Johan Tallo

Merdeka.com - Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, masalah stunting di Indonesia sudah memasuki tahap yang gawat darurat. Pasalnya 1/3 anak-anak di Indonesia mengalami kekurangan asupan gizi.

Untuk itu, Sandiaga menjelaskan, akan menggunakan program Indonesia Emas untuk mengurangi angka stunting di Indonesia. Gerakan ini bertujuan untuk memastikan ibu ibu dan emak emak mendapatkan protein yang cukup, begitu juga dengan anak mereka.

"Program tersebut bisa mengurangi stunting lima tahun ke depan," katanya di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/3).

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini mengungkapkan, dalam program Indonesia Emas terdapat gerakan sedekah putih. Gerakan ini mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama sama mencegah stunting. Dimana bantuan tersebut diberikan sejak perempuan mengandung hingga melahirkan.

"Siapa ingin menyumbangkan susu tablet kacang hijau silakan ini bagian dari partisipasi kolaboratif. Harus melibatkan pihak lain yaitu dunia usaha," jelasnya.

Dia menjelaskan, gerakan ini juga bertujuan membantu ibu ibu yang kesulitan air susu (ASI) usai persalinan. Harapannya asupan protein dan gizi bagi ibu dan anak dapat tercukupi dengan adanya program Indonesia Emas.

Walaupun begitu, Sandiaga mengingatkan, masalah stunting lebih besar dibandingkan perhelatan Pilpres 2019. Jangan sampai 1/3 generasi emas Indonesia hilang karena tidak mendapatkan protein dan gizi.

"Ini bukan tentang Prabowo Sandi, bukan Pilpres. Ini lebih besar dari Pilpres. Generasi emas kita hilang kalau 1/3 tidak mendapatkan protein tidak mendapatkan susu. Mari kita jangan saling menyalahkan satu sama lain. Bagaimana menyelesaikan masalah ini bersama sama," tegasnya.

Sementara itu, calon Wakil Presiden nomor urut 01 Ma'ruf AMin mengungkapkan, untuk mencegah stunting perlu adanya pelatihan bagi mereka yang baru saja menikah. Pasalnya stunting tidak hanya terjadi lantaran kekurangan gizi, tetapi juga kondisi lingkungan.

"Sejak dia mulai hamil sampai disusui anaknya diberikan asupan yang cukup, sanitasi dan air bersih, dan susu ibu selama dua tahun," katanya.

Ketua MUI ini mengungkapkan, pemerintah telah berupaya menurunkan angka stunting di Indonesia. Selama 4 tahun pemerintahan Jokowi, stunting berhasil ditekan sebanyak 7 persen.

"Ke depan akan kita bisa menurunkan sampai 10 persen," tutupnya. [fik]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini