Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sandiaga mengaku naif percaya Erick Thohir bakal menolak jadi ketua timses

Sandiaga mengaku naif percaya Erick Thohir bakal menolak jadi ketua timses Sandiaga di lapangan basket Kemenpora. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Bakal Calon Wakil Presiden Sandiaga Salahuddin Uno angkat bicara terkait penunjukan pengusaha Erick Tohir sebagai ketua tim pemenangan Joko Widodo (Jokowi)-Maruf Amin. Sandiaga menyebut meski saat ini berseberangan namun persahabatan antar dirinya dengan Erick tetap abadi.

"Pertama gini pertemanan kita abadi jadi itu enggak ada yang harus diragukan. Kedua saya belum bisa berkomentar karena saya belum bicara sama beliau dan saya pasti akan meminta waktu untuk bertemu beliau. Ketiga saya sampaikan kemarin, berdasarkan pembicaraan kita sebelumnya waktu nama dia mengemukakan saya sempat selamatin 'Selamat ya' 'nggaklah kalau bisa orang lain'," kata Sandiaga di Lapangan Basket Kemempora, Jakarta Pusat, Sabtu (8/9).

Saat bertemu, Sandiaga mengaku percaya saja dengan pengakuan Erick memilih fokus menjadi pengusaha saja ketimbang ketua timses kampanye. Padahal, setelah dipikir, penunjukan menjadi ketua kampanye itu tak bisa ditolak Erick apabila yang meminta presiden.

"Saya memang naif, saya menempatkan diri sebagai pengusaha di tempatnya Pak Erick yang kalau sebagai pengusaha kan pasti lebih baik mengurus usaha gitu loh, tapi saya naif kalau yang nyuruh presiden apa bisa bilang enggak gitu, kan enggak mungkin," kata dia.

"Istri saya yang bilang kamu juga naif sih bang. Taruh posisi kamu di posisi pak Erick, apa bisa bilang enggak kalau ditugaskan, kan enggak bisa?" imbuhnya.

Meski belum bertemu dan mengobrol dengan Erick Tohir setelah ditunjuk menjadi ketua kampanye, Sandiaga mengaku sudah memberi ucapan selamat pada Erick. "Saya ucapin selamat, kemarin pertama kali saya ucapin selamat," tandasnya.

Sebelumnya memang Sandiaga Uno mengaku khawatir dengan kabar Mantan Ketua INASGOC Erick Tohir menjadi ketua tim pemenangan Pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019.

"Ya tentu secara jujur ya khawatir, ini pertemanan, secara ril pasti kita khawatir, bahwa anak-anak kita, terutama istri, saya pasti khawatir, tapi saya pastikan bahwa ini bukan tentang Sandi dan Erick, tapi ini tentang Indonesia, ini tentang masyarakat Indonesia inginkan," kata Sandiaga di Posko Melawai, Jaksel, Kamis (6/9).

Menurut Sandiaga, apabila bisa memilih, maka Erick disarankan tidak masuk timses. Melainkan tetap menjadi pengusaha saja. "Dan sebagai pengusaha pak Erick pasti tidak mau seperti posisi ini, saya yakin, kalau boleh milih pasti dia enggak bakal mau, karena dia lebih mudah untuk mengurus usahanya, tidak membebani sebagai political expose person (PEP), kalau ketua tim pasti jadi PEP, pasti dia akan sangat berat sebagai pengusaha dan Erick membawahi ribuan pegawai juga, jadi bagi saya, saya sangat mengerti posisi beliau," ujarnya.

Meski demikian, Sandiaga mengucapkan selamat apabila benar Erick Tohir sudah pasti menjadi Ketua Tim Pemenangan Jokowi-Maruf Amin. "Saya ucapkan selamat kalau beliau sudah definitif, saya belum kontak dengan beliau, tapi sempat nonton Asian Games bareng dan kita hubungannya cukup baik, tapi sekali lagi ini bukan tentang Erick dan Sandi, tapi tentang Indonesia, Indonesia yang diinginkan, Indonesia yang lebih bergerak, lapangan kerja yang tercipta, dan biaya hidup yang terjangkau," tandasnya.

Diketahui, bakal Calon Presiden Joko Widodo memilih mantan Ketua Inasgoc Erick Thohir sebagai Ketua TKN. Meski bukan berlatarbelakang politisi, Erick Thohir diyakini bakal mampu mengemban tugas ini. Jokowi memilih Erick Thohir sebagai penyeimbang.

"Ya ini kombinasi, ada profesional ada politisi. Campur-campur kan bagus," ungkap Jokowi di rumah Cemara, Jumat (7/9).

Sementara Wakil Presiden Jusuf Kalla sebagai Ketua Dewan Pengarah Tim Kampanye Nasional. Di Dewan Pengarah, JK akan dibantu oleh sejumlah tokoh dan senior partai koalisi Jokowi-Ma'ruf.

Di antaranya, mantan Wapres Try Sutrisno, Seskab Pramono Anung, Wakil Ketua Dewan Kehormatan Golkar Akbar Tanjung, Ketua Dewan Syuro PKB Dimyati Rois, Ketua Majelis Pertimbangan PPP Suharso Monoarfa, politikus senior Partai Golkar Agung Laksono hingga Sidarto Tanusubroto.

Reporter: Delvira Hutabarat

Sumber: Liputan6.com

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP