Saat Pemilu Serentak Tenggelamkan Pamor Caleg dan Parpol

Sabtu, 23 Februari 2019 12:08 Reporter : Yunita Amalia
Saat Pemilu Serentak Tenggelamkan Pamor Caleg dan Parpol Perakitan kotak suara Pemilu 2019. ©2019 Merdeka.com/Iqbal Nugroho

Merdeka.com - Pemilu serentak yang dilaksanakan pada 17 April mendatang membuat sisi dilematis terhadap pemilihan legislatif dikarenakan kalah pamor dengan pemilihan presiden.

Peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Adjie Alfaraby mengatakan, berdasarkan hasil survei, pembicaraan di masyarakat 90 persen membahas pemilihan presiden ketimbang pemilihan legislatif.

Dari angka tersebut, kata Adjie, membuat popularitas partai politik dan calon legislatif tenggelam.

"Dominasi pilpres membuat partai politik dan caleg tenggelam dalam semangat pilpres," ujar Adjie dalam diskusi, Jakarta Pusat, Sabtu (23/2).

Dia menambahkan, beban pileg dan caleg semakin tenggelam dengan adanya aturan presidential threshold sebesar 20 persen. Jika aturan ini terus berlaku di pemilihan berikutnya, bukan tidak mungkin porsi pemilu saat ini akan terulang di pemilihan lima tahun ke depan.

"Soal efek positif ke partai politik punya peluang yang sama memenangkan pileg. Problemnya PT (presidential threshold) 20 persen saya menduga pemilu selanjutnya (menguntungkan) akan partai-partai politik yang saat ini punya capres," jelasnya.

Di samping itu, Adji mengatakan sosialisasi pemilu serentak dinilai belum maksimal. Terbukti dari survei LSI Denny JA yang menyatakan masyarakat tidak tahu tanggal penyelenggaraan pemilu.

"Mereka tahu bulan April ada pemilu tapi mereka banyak yang salah saat menjawab tanggal penyelenggaraan pemilu," tukasnya. [bal]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini