Ruhut Sitompul tak percaya dipecat Demokrat, kecuali SBY yang bicara

Kamis, 27 Oktober 2016 17:14 Reporter : Rizky Andwika
Ruhut Sitompul tak percaya dipecat Demokrat, kecuali SBY yang bicara Ruhut Sitompul. ©2016 Merdeka.com/Raynaldo Ghifarri Lubabah

Merdeka.com - Dewan Kehormatan Partai Demokrat telah menyerahkan keputusan rekomendasi pemecatan Ruhut Sitompul dan Hayono Isman dari keanggotaan Partai Demokrat ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat. Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat Denny Kailimang menjelaskan, pemecatan terhadap keduanya hanya tinggal menunggu tandatangan dari Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY).

Menanggapi pemecatan terhadap dirinya tersebut, Ruhut Sitompul mengaku tak percaya. Anggota Komisi III DPR ini baru percaya dipecat dari partainya apabila SBY langsung yang melontarkan kepastian pemecatan terhadap dirinya.

"Yang bisa mecat siapa? Siapa? Ketua umum. Ini kan orang-orang yang ngomong kan yang nyari beken," kata Ruhut di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (27/10).

Ruhut meyakini, dirinya belum dipecat dari keanggotaan partai. Sebab, sampai saat ini, dia belum menerima surat resmi pemecatan. "Ada nggak suratnya? Kan nggak kan. Kalau aku EGP (Emang Gue pikirin)" ujarnya.

Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat Denny Kailimang menjelaskan, pemecatan terhadap Ruhut Sitompul dan Hayono Isman tersebut hanya tinggal menunggu pengesahan dari Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Sekjen Partai Demokrat Hinca Pandjaitan.

"Dalam hal ini keputusan Dewan Kehormatan adalah Dewan Pimpinan Pusat yang akan melaksanakan sebagai eksekutornya," kata Denny saat dihubungi, Kamis (27/10).

Denny menjelaskan, keputusan tersebut diambil usai sidang Dewan Kehormatan Partai Demokrat digelar pada 24 Oktober 2016 yang dihadiri Ketua Dewan Kehormatan, Ammir Syamsudin, serta Wakil Ketua Dewan Kehormatan, Darizal Basyir dan Denny Kailimang.

Denny mengungkapkan, pertimbangan pemecatan Ruhut dan Hayono selain melanggar kode etik dalam AD/ART Partai Demokrat, Ruhut juga melanggar Fakta Integritas setiap kader Demokrat. Salah satu yang menjadi latarbelakang pemecatan terhadap keduanya yakni perbedaan sikap dan dukungan dalam Pilkada DKI Jakarta 2017.

Ruhut dan Hayono lebih memilih mendukung pasangan petahana Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat. Sementara, partai Demokrat mengusung Agus Yudhoyono dan Sylviana Murni bersama PAN, PKB dan PPP kubu Romahurmuziy.

"Iya itu salah satunya (karena dukung Ahok-Djarot) Karena bertentangan dengan kebijakan-kebijakan daripada Partai Demokrat, ujarnya. [rnd]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini