Rentan konflik, polisi tambah personel amankan Pilkada Aceh & Papua
Merdeka.com - Badan Intelejen Negara (BIN) menyatakan pelaksanaan Pilkada Serentak tahun 2017 di Aceh dan Papua berpotensi terjadi konflik. Laporan itu membuat Mabes Polri menambah pasukan guna mengamankan kedua wilayah itu.
Kabag Intel Mabes Polri, Komjen Lutfi Lubihanto mengatakan telah melakukan koordinasi dengan aparat sempat untuk menyiagakan personel untuk mengantisipasi segala kemungkinan. Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Pemda setempat dan Polda Aceh serta Polda Papua.
"Di sana sudah ada anggota yang lakukan pengamanan. Termasuk juga pergeseran pasukan ya dari satuan Brimob dari daerah ke Aceh atau Papua," kata Lutfi saat ditemui di KPU RI jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (7/2).
Sementara itu, terkait pelaksanaan rencana aksi saat masa tenang di Jakarta pada 11 Februari, nanti juga telah dikoordinasikan. Mulai dari Polda Metro Jaya terkoordinasi dengan KPU juga Panwas untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk.
"Jadi kegiatan masyarakat yang berkaitan dengan politik itu tidak boleh dilakukan, ketika masa minggu tenang. Pada tanggal 11 itu putaran terakhir kampanye itu disepakati untuk tidak melakukan kegiatan politik," ungkap Lutfi.
Bila memang ada massa aksi yang tetap 'ngeyel' melakukan aksi di masa tenang pihaknya mengatakan tak segan-segan akan melakukan teguran. "(Kalau ada unjuk rasa) Akan diberikan teguran," singkat Lutfi. (mdk/ang)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya