Rendahkan SBY, Demokrat Nilai Kivlan Zen Tidak Miliki Jiwa Patriotik

Minggu, 12 Mei 2019 11:50 Reporter : Intan Umbari Prihatin
Rendahkan SBY, Demokrat Nilai Kivlan Zen Tidak Miliki Jiwa Patriotik Kivlan Zein. ©2016 merdeka.com/budy susanto

Merdeka.com - Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat Muhammad Rifai Darus menyayangkan pernyataan Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zein bernada merendahkan Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Sebagai seorang senior Kivlan dinilai tak pantas berbicara seperti itu.

"Pernyataan Kivlan itu justru menunjukkan identitas, karakter dan mental mantan senior prajurit yang jauh dari nilai, korsa dan jiwa patriotik," kata Rifai dalam pesan singkat, Minggu (12/5).

Rifai menilai seharusnya Kivlan tak sepantasnya menyatakan hal yang bernada merendahkan khususnya SBY sebagai juniornya. Terlebih, kata dia, Ketua Umum Partai Demokrat tersebut pernah menjadi kepala negara.

"Sepatutnya Kivlan Zen dapat memberi contoh dan sikap bernegara yang baik, elegan dan etis sekaligus menghargai sikap politik Partai Demokrat sebagaimana yang ditunjukkan oleh Ketua Umum DPP Partai Demokrat," ujar Rifai.

Dia pun meminta kepada seluruh pihak agar menghargai proses dengan tata cara kebangsaan yang baik. Jika ada oknum membuat kacau negara seharusnya aparat hukum bisa mengambil tindakan tegas.

"Bila ada pihak atau oknum kelompok tertentu yang ingin memutar kembali jarum sejarah perjalanan bangsa ini ke arah otoriterianisme maka sudah sepatutnya aparat hukum mengambil tindakan tegas," lanjut Rifai.

Sebelumnya, Kivlan Zen angkat bicara terkait ucapan Politikus Partai Demokrat Andi Arief. Dalam cuitan di Twitter, Andi Arief menyebut ada setan gundul yang memberi informasi sesat Prabowo menang pemilu presiden 62 persen.

Menurut mantan jenderal loyalis Prabowo itu, yang merupakan setan gundul adalah Andi Arief sendiri. "Yang setan gundul itu dia, Andi Arief setan gundul," kata Kivlan usai melakukan aksi di depan Kantor Bawaslu, Jakarta Pusat, Kamis (9/5).

Kivlan mempertanyakan sikap Demokrat dalam koalisi Prabowo. Dia menuding Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono tak ingin Prabowo jadi presiden. Pilpres 2014 pun, Kivlan menyebut SBY lebih memilih Jokowi daripada Prabowo.

Mantan jenderal bintang dua ini juga menyebut ada persaingan antara SBY dan Prabowo sejak dulu. "Dia junior saya. Saya yang mendidik dia. Saya tahu dia," kata Kivlan. [did]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini