Reaksi Sandiaga Dianugerahi 'Kebohongan Award' Oleh PSI

Minggu, 6 Januari 2019 16:39 Reporter : Sania Mashabi
Reaksi Sandiaga Dianugerahi 'Kebohongan Award' Oleh PSI Sandiaga Uno kunjungi Sentra Industri Rotan di Sukoharjo. ©2018 Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Calon Wakil Presiden Nomor Urut 02, Sandiaga Uno heran atas penobatan Kebohongan Award diberikan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) kepada dirinya. Dia meyakini apa yang disampaikannya bukan sebuah kebohongan, melainkan aspirasi masyarakat yang diserap selama masa kampanye.

"Bagi saya apa yang saya sampaikan itu merupakan penyampaian dari masyarakat dan masyarakat menyampaikan dengan betul otentik, dan orisinil, tidak dibumbu-bumbui," jelas Sandiaga di Senopati, Jakarta Selatan, Minggu (6/1).

Sandi menilai apa yang disampaikan masyarakat apa adanya. Karenanya, Mantan Wagub DKI ini menyayangkan bentuk umpan balik dilakukan PSI seolah tidak mempercayai apa yang disampaikan oleh masyarakat.

"Apa yang disampaikan mengalir seperti itu, malah diberikan suatu bentuk feed back yang sangat tidak mempercayai, saya hanya penyambung," jelas Sandiaga.

Sandiaga berharap, ke depan tidak ada lagi hal serupa seperti dikeluarkan PSI. Menurut dia, hal tersebut malah akan membuat jarak antara kelompok elite dan masyarakat di akar rumput pada umumnya.

"Kalau menyikapinya penuh kenyinyiran seperti itu ya silakan, biarkan masyarakat yang menilai, jadi jangan sampai kita berjarak sama masyarakat, membuat event-event yang semakin membuat ada celah antara masyarakat dan elite. Itu menjadi salah satu fenomena untuk partai-partai berkuasa," tandas Sandiaga

Juru Bicara kubu pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno, Ferry Juliantono membela rekan koalisinya. Dia pun meminta PSI lebih fokus pada pemenangan Pemilu Legislatif (Pileg) 2019 dan lolos ambang batas parlemen.

"Sebaiknya PSI mulai konsentrasi pemenangan legislatifnya, takutnya ngomong kegedean nanti enggak lolos parliamentary threshold nanti yang lebih malu mereka sendiri," kata Ferry di Seknas Prabowo-Sandi di Jalan HOS Cokroaminoto, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (6/1).

Diketahui, Partai Demokrat berencana melaporkan Ketua Umum Grace Natalie, dan Sekjen PSI Raja Juli Antoni, karena telah memberikan Kebohongan Award kepada Wakil Sekjen Partai Demokrat, Andi Arief. Kebohongan Award diberikan setelah Andi Arief menulis cuitan di Twitter bahwa ada dugaan tujuh kontainer berisi surat suara yang sudah dicoblos di Pelabuhan Tanjung Priok.

PSI menganugerahi 'Kebohongan Award Awal 2019' kepada calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Tidak sebatas pada mereka, Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat, Andi Arief pun mendapat penganugerahan senada. PSI beranggapan, ketiganya telah menjadi pembual ulung, bahkan Sekjen PSI Raja Juli Antoni menyebut apa diutarakan mereka bak bencana alam tsunami.

"Tahun politik sangat berbahaya, ini tsunami kebohongan luar biasa. Ini harus diantisipasi," kata Toni di Markas DPP PSI, Jumat 4 Januari 2019.

Toni menjabarkan kebohongan awal tahun dilakukan ketiganya, seperti pada saat Prabowo adalah menyatakan selang cuci darah di RSCM digunakan 40 kali. Untuk Sandiaga adalah proyek pengerjaan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) yang dibangun tanpa utang. Kemudian untuk Andi Arief adalah adanya dugaan tujuh kontainer surat suara yang tercoblos di Priok.

Reporter: Dito Radityo, Sania Masabi [did]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini