Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait gugatan keabsahan pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tidak menjadi perhatian bagi Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan. Menteri Koordinator Bidang Pangan ini lebih menegaskan posisi partainya yang mendukung Presiden Prabowo Subianto.
Usai mengukuhkan pengurus DPW dan DPD PAN Sulsel di Hotel Claro Makassar, Zulhas enggan mengomentari terkait putusan MK terkait gugatan keabsahan pendidikan Gibran. Zulhas malah menegaskan kepada kader PAN khususnya di Sulsel untuk mendukung program Prabowo.
Zulhas mengaku posisi PAN saat ini yang jelas dan terang bersama Prabowo. Bahkan, Zulhas menyinggung selalu masuk koalisi pengusung Prabowo setiap perhelatan Pemilihan Presiden (Pilpres).
"Kita bersama Pak Prabowo sudah berkali-kali. Kita koalisi senang dan susah," kata Zulhas usai Pelantikan Pengurus DPW PAN Sulsel di Hotel Claro Makassar, Rabu (7/10).
Dia menegaskan apapun program Prabowo, PAN akan selalu memberikan dukungan. Bahkan, dia meminta kepada seluruh kader PAN untuk menjelaskan kepada masyarakat.
"Apapun program kebijakan pemerintah, kita harus jelaskan kepada publik. PAN itu terang, artinya posisinya bersama Pak Prabowo. Kalau ada yang enggak jelas, kita jelaskan kepada publik, gentleman, dan konsisten," tegas Zulhas.
Apalagi menurut Zulhas, saat ini sejumlah program utama Presiden Prabowo Subianto seperti Makanan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, dan Sekolah Rakyat mendapat sorotan masyarakat. Inilah yang diminta Zulhas agar kader PAN bisa menjelaskan secara baik program Prabowo dan tidak menghidar.
"Kita senang dan susah bersama. Jadi tidak ada, apa namanya itu, sini senang, sana senang. Bersama Pak Prabowo susah dan senang. Jelaskan kepada publik, jangan menghindar apa kebijakan pemerintah, apa sudah berhasil, apa yang belum berhasil," ujar Zulhas.
Saat orasi politik di depan kader, Zulhas sempat mencari Ketua Gerindra Sulsel Andi Iwan Darmawan Aras. Zulhas meminta kepada pengurus PAN Sulsel agar berteman dengan pengurus Gerindra.
"Karena kita sama Gerindra ini kan koalisi jangka panjang. Berteman lah baik-baik bersama Gerindra. Kita kalah (Pilpres) bersama Pak Prabowo tiga kali dan baru ini menang," tutur Zulhas.
Zulhas juga mengungkapkan target PAN di Pemilu 2029 nanti yakni masuk tiga besar. Bahkan, Zulhas mengaku saat ini merupakan momentum bagi PAN untuk menjadi partai besar.
"Kalau PAN mau menjadi partai besar, sekarang 2029. Lewat 2029, Wassalam," kata dia.
Zulhas mengaku PAN memiliki semua persyaratan untuk masuk tiga besar di Pemilu 2029. Salah satunya adalah tetap bertahan meski ditinggalkan sejumlah tokoh dan saat ini banyak kader PAN menjadi menteri.
"Kita punya semua persyaratan untuk menjadi partai besar sekarang. Oleh karena, itu tiga besar bukan angan-angan. insyaallah, (Pemilu) 2029 PAN masuk tiga besar," ujar Zulhas.
"Keadaan kita saat ini terbaik. Menterinya banyak, yang terang namanya, apalagi nama yang disamarkan lebih banyak lagi," imbuh dia.
Sementara itu, Ketua PAN Sulsel Ashabul Kahfi mengaku akan membenahi infrastruktur partai hingga tingkat ranting. Alasannya, PAN Sulsel mulai tertinggal dibandingkan partai lainnya.
"Kami juga akan menghidupkan kembali proses pengaderan melalui pengaderan Amanat Nasional yang belakangan mulai kita lupakan. Proses ini penting untuk menanamkan ideologi partai kepada para kader," kata dia.
Anggota Komisi IX DPR ini menargetkan PAN Sulsel menargetkan bisa menyumbang lima kursi ke DPR. Jumlah ini bertambah dua dibandingkan perolehan saat Pemilu 2024.
"Saat ini, PAN memiliki tiga kursi DPR RI dari Sulsel. Dengan potensi para kader yang bergabung pada periode ini, saya yakin kita bisa meraih lima kursi. Ini bukan sekadar target, tetapi harus kita wujudkan," kata Kahfi.
Selain menaikkan jumlah kursi di DPR, Kahfi juga menargetkan PAN bisa kembali meraih 10 kursi. Saat Pemilu 2024, jumlah perolehan kursi PAN di DPRD Sulsel turun menjadi 4 kursi.
"Saya akan fokus memperjuangkan kembali minimal 10 kursi dari 11 dapil di Sulsel," tandasnya.