Presiden Prabowo Subianto menyambangi Paviliun Indonesia di lokasi acara World Economic Forum (WEF) 2026, Kota Davos, Swiss, pada Kamis sore waktu setempat. Kunjungan ini dilakukan setelah Presiden Prabowo memberikan pidato khusus (special address) di lokasi utama, Congress Hall. Kehadiran beliau menandai fokus Indonesia dalam mempromosikan investasi serta memperkuat dialog kebijakan di kancah internasional.
Di Paviliun Indonesia, Presiden Prabowo disambut hangat oleh sejumlah diaspora Indonesia yang berada di Swiss dan beberapa negara Eropa sekitarnya. Selain itu, warga negara Indonesia yang menetap di Swiss juga turut hadir menyambut. Interaksi ini menunjukkan perhatian pemimpin negara terhadap warganya di luar negeri.
Tidak hanya bertemu dengan diaspora dan warga negara Indonesia, Presiden Prabowo juga berinteraksi dengan beberapa pengunjung asing, termasuk dari Norwegia. Selepas itu, Presiden Prabowo bersama jajaran pejabat negara dan petinggi Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menikmati secangkir kopi khas Indonesia yang disajikan di Paviliun. Mereka kemudian melanjutkan perbincangan dengan para menteri yang mendampingi.
Advertisement
Advertisement
Interaksi Presiden Prabowo dan Peran Paviliun Indonesia
Kunjungan Presiden Prabowo ke Paviliun Indonesia menjadi momen penting untuk mempererat hubungan dengan masyarakat Indonesia di luar negeri. Beliau berkesempatan untuk berdialog langsung dengan diaspora dan warga negara Indonesia, serta pengunjung dari berbagai negara. Suasana akrab tercipta saat Presiden Prabowo menikmati kopi khas Nusantara bersama para delegasi dan tamu.
Paviliun Indonesia sendiri merupakan platform resmi yang digunakan Indonesia dalam rangkaian Annual Meeting World Economic Forum 2026. Paviliun ini berfungsi sebagai pusat promosi investasi, dialog kebijakan, dan kolaborasi strategis dengan komunitas global. Dengan tema “Indonesia Endless Horizons”, Paviliun ini menampilkan potensi besar Indonesia di berbagai sektor.
Paviliun Indonesia juga menjadi ruang vital untuk dialog tingkat tinggi, diskusi tematik, kegiatan business-matching, serta pertemuan bilateral. Berbagai agenda ini mempertemukan delegasi Indonesia dengan investor global. Kehadiran Paviliun menegaskan pendekatan diplomasi ekonomi Indonesia yang aktif, inklusif, dan berorientasi pada hasil, sekaligus memperkuat pesan bahwa Indonesia hadir di Davos untuk membangun kemitraan nyata bagi masa depan bersama.
Advertisement
Advertisement
Delegasi Penting dan Visi "Prabowonomics" di Davos
Presiden Prabowo didampingi oleh sejumlah pejabat negara penting selama kunjungannya ke Paviliun Indonesia. Mereka termasuk Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri Sugiono, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Menteri Investasi dan Hilirisasi/CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani, dan Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid. Putra Presiden, Ragowo Hediprasetyo Djojohadikusumo atau Didit Hediprasetyo, juga turut hadir dalam kesempatan tersebut.
Dalam rangkaian Annual Meeting World Economic Forum 2026, Presiden Prabowo memberikan pidato khusus di hadapan sejumlah pemimpin negara, ekonom ternama dunia, investor global, akademisi, dan praktisi dari berbagai negara. Pidato ini menjadi sorotan utama dalam agenda tahunan Kota Davos. Presiden Prabowo memaparkan visinya, capaian-capaian pemerintah, dan strategi ekonominya, yang kemudian dikenal sebagai "Prabowonomics" oleh berbagai kalangan.
Tidak hanya Presiden Prabowo, panggung Davos juga menjadi tempat bagi pemimpin-pemimpin negara lainnya untuk menyampaikan pidato khusus. Presiden Amerika Serikat Donald J Trump dan Presiden Prancis Emmanuel Macron adalah beberapa di antaranya. Kehadiran para pemimpin dunia ini menunjukkan pentingnya forum tersebut sebagai ajang pertukaran ide dan visi global.
Advertisement
Sumber: AntaraNews