Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) akan menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Beach City International Stadium, Ancol, Jakarta. Acara ini akan berlangsung selama tiga hari, mulai 10 hingga 12 Januari 2026. Rakernas ini juga akan dirangkaikan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-53 PDIP.
Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menjelaskan bahwa Rakernas ini bukan sekadar agenda rutin tahunan partai. Kegiatan ini bertujuan untuk menegaskan konsolidasi PDIP sebagai Partai Penyeimbang yang berfokus pada kerja nyata di tengah masyarakat.
Rakernas ini akan membahas berbagai persoalan krusial, mulai dari sikap politik partai terhadap isu geopolitik dan krisis ekologis, hingga masalah korupsi, ekonomi, dan penegakan hukum di Indonesia. Agenda ini juga menindaklanjuti hasil Kongres ke-VI PDIP yang telah dilaksanakan pada Agustus 2025 lalu.
Advertisement
Advertisement
Fokus Pembahasan Rakernas dan Isu Strategis
Hasto Kristiyanto menyatakan bahwa Rakernas PDIP 2026 akan menjadi forum penting untuk merumuskan jawaban partai atas berbagai tantangan nasional dan global. Pembahasan mencakup isu-isu geopolitik yang dinamis serta krisis ekologis yang semakin mendesak. Partai berkomitmen untuk menyikapi persoalan ini dengan serius.
Selain itu, Rakernas juga akan menyoroti masalah korupsi yang masih menjadi perhatian publik, persoalan ekonomi yang berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat, dan isu penegakan hukum yang berkeadilan. PDIP bertekad untuk menyumbangkan pemikiran dan solusi konkret.
Agenda internal partai dan tanggung jawab kerakyatan juga akan menjadi bagian integral dari pembahasan. Hal ini menunjukkan komitmen PDIP untuk tidak hanya berfokus pada isu eksternal, tetapi juga memperkuat struktur dan peran internalnya dalam melayani masyarakat.
Advertisement
Advertisement
PDIP sebagai Partai Penyeimbang dan Keberpihakan pada Rakyat
PDIP menegaskan posisinya sebagai Partai Penyeimbang yang aktif melalui kerja nyata di tengah rakyat. Penegasan ini terlihat dari berbagai upaya penanganan bencana yang telah dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana (Baguna PDIP). Baguna PDIP telah bergerak di sejumlah wilayah terdampak bencana seperti Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Sulawesi Utara, dan Jawa Barat.
Upaya penanganan bencana tersebut dilakukan dengan spirit kemanusiaan, keadilan, dan keberpihakan kepada rakyat yang terdampak. Hal ini menunjukkan komitmen partai untuk selalu hadir dan membantu masyarakat dalam situasi sulit.
Kehadiran PDIP dalam penanganan bencana merupakan manifestasi dari ideologi partai yang mengedepankan kepentingan rakyat. Ini juga menjadi bukti konkret dari pernyataan Hasto Kristiyanto bahwa PDIP tidak sekadar beretorika, melainkan bertindak nyata.
Advertisement
Advertisement
Mengusung Tema "Satyam Eva Jayate" dan "Di Sanalah Aku Berdiri"
Rakernas PDIP 2026 mengusung tema utama "Satyam Eva Jayate", sebuah slogan berbahasa Sanskerta yang berarti "Kebenaran akan Menang". Tema ini dipilih untuk menjadi perisai moral partai, berlandaskan standar kebenaran ideologi Pancasila yang lahir pada 1 Juni 1945.
Menurut Hasto, "Satyam Eva Jayate" bukan hanya slogan, melainkan pesan moral bagi generasi muda. Pesan ini mendorong keberanian untuk berbicara kritis di dunia digital, sebagai cerminan kebebasan berpendapat yang dilindungi Konstitusi, serta berani menempuh jalan "anti-mainstream" dalam memperjuangkan kebenaran dan keadilan.
Sub tema Rakernas, "Di Sanalah Aku Berdiri, untuk Selama-lamanya", dikutip dari Lagu Kebangsaan Indonesia Raya karya W.R. Supratman. Frasa ini menggambarkan daya tahan (resilience) yang menyertai prinsip "Satyam Eva Jayate".
Advertisement
Keteguhan pada posisi "di sanalah aku berdiri" juga melambangkan kesetiaan PDIP pada jalan kerakyatan. Hal ini menunjukkan komitmen partai untuk tidak tergoda oleh pragmatisme politik, melainkan tetap berpegang teguh pada prinsip-prinsip perjuangan demi rakyat.
Rakernas ini akan dihadiri oleh pengurus pusat partai, pengurus daerah, anggota DPR RI Fraksi PDIP, anggota DPRD provinsi/kabupaten/kota, serta kepala daerah/wakil kepala daerah dari PDIP. Kehadiran berbagai elemen ini menunjukkan konsolidasi menyeluruh dari struktur partai.
Sumber: AntaraNews
Advertisement