Projo dan PSI Dinilai Jadi Cerminan Sikap Politik Jokowi

Pengamat politik Ipsos Public Affairs, Arif Nurul Imam mengatakan, Jokowi masih memiliki efek yang cukup tinggi di Pilpres 2024 mendatang. Sebab berdasarkan survei Kompas, 15 persen responden akan memilih capres yang dijagokan oleh Jokowi.

Fikri Faqih
Oleh Fikri Faqih - Reporter
Projo dan PSI Dinilai Jadi Cerminan Sikap Politik Jokowi
Plt Ketum PSI Giring Ganesha. ©Instagram.com/giring

Presiden Joko Widodo masih belum menentukan sikapnya pada Pilpres 2024 mendatang. Dia telah menegaskan, akan ‘cawe-cawe’ sebagai tanggung jawab moralnya dalam masa transisi kepemimpinan nasional di tahun 2024.

Kemana Jokowi akan berlabuh?

Pengamat politik Ipsos Public Affairs, Arif Nurul Imam mengatakan, Jokowi masih memiliki efek yang cukup tinggi di Pilpres 2024 mendatang. Sebab berdasarkan survei Kompas, 15 persen responden akan memilih capres yang dijagokan oleh Jokowi.

Sikap Jokowi belum nyata lantaran pendaftaran capres cawapres masih lama. Dia juga menambahkan, koalisi partai politik juga masih belum final. Partai dan para capres saat ini tengah mengkalkulasi kemungkinan sikap Jokowi.

“Iya selain koalisi belum ada yang final, arah politik Jokowi juga di tunggu para bakal capres. Sementara sinyal Jokowi mengarah pada Prabowo dan Ganjar,” katanya saat dihubungi, Rabu (14/6).

Namun, Arif menerangkan, sikap politik Jokowi sebenarnya bisa dibaca melalui beberapa faktor. Seperti sikap para relawan Pro Jokowi (Projo) dan langkap politik Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

“Sikap Projo juga bisa di lihat sebagai sinyal arah politik Jokowi. PSI juga bisa karena semua mengikuti arahan Jokowi,” ujarnya.

Dia menilai, Jokowi masih akan terus menjadi pertimbangan politik. Walaupun sebenarnya yang menjadi kunci utama adalah sikap partai politik.

“Jokowi ya lumayan, namun tak sekuat Parpol. Kalau pengaruh data dari beberapa survei memiliki pengaruh 15 persen,” tutupnya.

Rekomendasi