PDIP Dorong Coblos Gambar Parpol di Pemilu 2024: Berpolitik Kadang Melawan Arus

PDIP menegaskan tetap memilih sistem coblos parpol di Pemilu 2024.

Alma Fikhasari
Oleh Alma Fikhasari - Reporter
PDIP Dorong Coblos Gambar Parpol di Pemilu 2024: Berpolitik Kadang Melawan Arus
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto di Sekolah Partai. Alma Fikhasari

Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menegaskan dalam berpolitik kadang harus melawan arus, termasuk menyangkut perdebatan mengenai sistem pemilihan proporsional tertutup atau coblos gambar parpol bukan caleg.

Dia menyebut, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri memberikan pesan dalam menempuh jalan ideologi bukanlah jalan yang mudah dan mulus. Namun harus dipenuhi dengan perjuangan panjang.

"Berpolitik memang terkadang melawan arus, yang disampaikan oleh Ibu Megawati Soekarnoputri, menempuh jalan ideologi bukanlah jalan yang mulus, tetapi jalan yang terjal bahkan kadang berliku, penuh dengan jebakan-jebakan politik," kata Hasto dalam Seminar Nasional Daulat Pangan Wujudkan Kesejahteraan Petani dan Konsolidasi Program Mari Sejahterakan Petani (MSP) di Kantor Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta, Jumat (3/2).

Hasto juga mengatakan bahwa sikap berpolitik yang kadang melawan arus juga harus ditempuh PDIP dalam menyikapi soal sistem Pemilu 2024. PDIP menegaskan tetap memilih sistem coblos parpol.

Meski begitu, 8 fraksi di DPR RI mengambil sikap menolak menggunakan sistem coblos parpol dan memilih menggunakan sistem Proporsional Terbuka atau coblos caleg di Pemilu 2024.

Hasto menyinggung soal coblos caleg yang dipilih partai lain dalam sistem pemilu mendatang. Dia berpandangan bahwa untuk anggota Dewan tidak hanya berbasis popularitas apalagi berbasis nepotisme.

"Menjadi anggota dewan tidak hanya bisa mengandalkan saya keluarga pejabat A, saya istri dari pejabat B, saya anak dari pejabat C, itu kalau proporsional terbuka," ujar dia.

Oleh sebab itu, di dalam memperjuangkan politik kebenaran, PDIP percaya menjadi anggota Dewan di seluruh tingkatan harus dipersiapkan. Tentu, melalui sekolah partai yanh disiapkan guna menggembleng serta pendidikan politik bagi kader.

Sehingga, PDIP tegas tetap memilih sistem coblos parpol sebagai cara mengenal permasalahan dan mencari solusi bagi rakyat dan petani. Berbeda dengan sistem coblos caleg yang cenderung menempatkan parpol kurang bertanggung jawab mempersiapkan kualitas kadernya.

"Kalau proporsional tertutup, bisa menjadi anggota dewan, karena saya mengenal petani Indonesia, saya mengenal masalah petani Indonesia dan ini solusi bagi petani Indonesia, itu proporsional tertutup. Based on quality, ini yang harus kita persiapkan sebaik-baiknya," ucap Hasto.

Lebih jauh, Hasto mengatakan bahwa jika pendukung sistem coblos caleg menuduh sistem coblos parpol akan seperti “membeli kucing dalam karung”, sangat tidak berdasar. Tak ada fakta yang mendukung tudingan itu. Sebaliknya, sistem coblos parpol justru punya banyak bukti kebaikan.

“Pemimpin yang ada di PDI Perjuangan saat ini (Jokowi, Ganjar, Risma, Pramono Anung, Abdullah Azwar Anas), semua lahir dari proporsional tertutup. Karena kita dipartai sudah menyiapkan,” kata Hasto.

Reporter: Muhammad Radityo Priyasmono

Rekomendasi