SBY Mengaku Lihat Tanda Kecurangan Pemilu 2024, Ini Respons Projo

Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku siap untuk 'turun gunung' pada Pemilu 2024 mendatang. Pernyataan SBY ini dilontarkan sebab sudah melihat adanya tanda-tanda kecurangan yang akan terjadi dalam pesta demokrasi itu.

Rita
Oleh Rita - Reporter
SBY Mengaku Lihat Tanda Kecurangan Pemilu 2024, Ini Respons Projo
Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi. ©2020 wamendes

Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku siap untuk 'turun gunung' pada Pemilu 2024 mendatang. Pernyataan SBY ini dilontarkan sebab sudah melihat adanya tanda-tanda kecurangan yang akan terjadi dalam pesta demokrasi itu.

SBY mengaku tanda-tanda itu muncul dari bisikan yang datang ke telinganya. Bahkan, sebagai partai yang saat ini berseberangan dengan pemerintah, Demokrat disebut jangan berharap dapat mengajukan calon presiden dan wakil presidennya sendiri. Sebab, ada pihak yang berupaya mengatur Pemilu 2024 hanya akan diikuti dua poros yang mereka kehendaki.

Menanggapi pernyataan SBY, Ketua Umum Ormas Projo Budi Arie Setiadi mengatakan pemilihan presiden (pilpres) yang diikuti dua pasangan calon adalah mekanisme yang demokratis. Menurut Budi, tidak ada masalah jika nantinya ketakutan SBY terbukti bila benar hanya tercipta dua poros saja.

"Jangan membodohi rakyat dengan menyatakan bahwa pilpres tidak demokratis jika diikuti dua pasangan calon," kata Budi Arie dalam siaran pers Minggu (18/9).

Menurut Budi Arie, ciri pemilihan yang demokratis secara umum adalah ada kompetisi secara luber dan jurdil. Kompetisi ditandai dengan jumlah kontestan setidaknya dua pasangan calon.

Budi menyebut, berkaca pada Pilpres 2014 diikuti dua pasang calon, yakni Jokowi-JK dan Prabowo-Hatta. Sedangkan Pilpres 2024 bersaing Jokowi-Ma'ruf dengan Prabowo-Sandi. Dia pun menyangsikan jika hal tersebut dianggap tidak demokratis.

Budi berharap, semua pihak dapat mendukung proses demokrasi yang baik tercipta pada Pemilu mendatang. Dia memastikan, saat ini semuanya proses terkait Pemilu 2024 sedang berproses .

"Kelak, akan tercipta 2 calon , 3 calon atau 4 calon menjadi kan ranahnya partai politik untuk memutuskan sesuai aturan konstitusi yang berlaku," tandas Budi.

Reporter: M Radityo/Liputan6.com.

Rekomendasi