Sekretaris Jenderal DPR RI, Indra Iskandar mengungkapkan alasan pihaknya menganggarkan gorden untuk rumah dinas anggota dewan. Gorden yang ada kondisinya sudah banyak hilang dan seperti kain pel. Apalagi 13 tahun gorden di rumah dinas tidak diganti
"Saya enggak tega menyampaikan itu seperti sudah 13 tahun, seperti kain pel jadi sebagian gorden sana sudah hilang dan enggak bisa dilacak," ujar Indra di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (28/3).
"Sebagian itu hilang dan dibuang karena memang sudah lapuk karena sudah tidak memadai," kata Indra.
Indra mengaku mendapatkan keluhan dari anggota dewan yang tinggal di rumah dinas.
"Kualitas penutup ruangan sehingga kadang-kadang sebagian rumah mengeluh karena dari luar kalau malam terlihat ke dalam," kata Indra.
Advertisement
Gorden yang masih ada banyak yang dibuang penghuni rumahnya karena sudah jelek dan rusak. Sehingga perlu diganti yang baru.
"Karena untuk gorden tertentu untuk udara lembab gak tahan dan dibuang hanya sebagian kecil masih ada dari kantor dan pengadaan 13 tahun lalu," jelas Indra.
DPR menganggarkan puluhan miliar untuk penggantian gorden dan blind. Anggaran tersebut berasal dari APBN 2022.
Berdasarkan situs lpse.dpr.go.id yang dilihat Minggu (27/3), tender itu diberi nama Penggantian Gordyn dan Blind DPR RI Kalibata dengan kode tender 732087. Tender tersebut diikuti 49 peserta.
"Tahun anggaran APBN 2022. Nilai pagu paket Rp 48.745.624.000. Nilai HPS paket Rp 45.767.446.332,84," tertulis dalam situs itu.
Lokasi pekerjaan tertulis di Jl. DPR Dalam Tim. No.12, RT.12/RW.5, Rawajati, Kecamatan Pancoran, Kota Jakarta Selatan. Dalam situs itu, juga dijelaskan perkembangan dari tahap tender saat ini.
"Tahap tender saat ini evaluasi administrasi, kualifikasi, teknis dan harga," tulis situs itu.