AHY: Kritik Jangan Dianggap Perlawanan, Kita Ingin Negara Selamat

AHY menyebut, Demokrat tetap ingin negara selamat meski berada di luar pemerintahan.

Bachtiarudin Alam
Oleh Bachtiarudin Alam - Reporter
AHY: Kritik Jangan Dianggap Perlawanan, Kita Ingin Negara Selamat
AHY Tanggapi Keputusan Menkumham yang Tidak Akui Kepengurusan Kubu Moeldoko. ©2021 Liputan6.com/Faizal Fanani

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyatakan kritik yang dilontarkan partainya bukan bentuk perlawanan terhadap pemerintah. AHY menyebut, Demokrat tetap ingin negara selamat meski berada di luar pemerintahan.

"Kita memang berada di luar, tapi kita juga merah putih. Karena kita ingin negara kita selamat. Kalau kita memberikan masukan, kritik yang konstruktif, janganlah dianggap sebagai sebuah bentuk perlawanan," ujar AHY pada acara Peringatan HUT ke-20 Partai Demokrat, Kamis (9/9).

Dia juga menegaskan, sikap kritis Demokrat yang berbeda dari pemerintah bukan untuk mencari panggung politik.

"Semua yang kita lakukan bukan untuk mencari panggung politik, bukan untuk mencari keuntungan politik sesaat, buat apa? Tidak ada gunanya, dan masyarakat punya hati dan pikiran. Mereka yang mencari keuntungan politik di masa pandemi juga akan mendapat penilaian tersendiri di masyarakat," katanya.

Selain itu, AHY kembali menyinggung perihal para buzzer yang sengaja bekerja menyebar hoaks. "Saat ini kita hadapi perilaku-perilaku buruk para buzzer yang memang pekerjaan utamanya adalah untuk memproduksi dan menyebarluaskan hoaks politik," ujarnya.

Demokrat, lanjut AHY, menjadi salah satu pihak yang diserang buzzer. Untuk itu, dia meminta semua pihak waspada terhadap hoaks.

"Mereka (buzzer) sebenarnya adalah perusak demokrasi dan telah memecah belah bangsa. Kita harus waspada dan kita harus berani tegar untuk menghadapi itu semua," pungkasnya.

Rekomendasi