Menteri Sosial Tri Rismaharini dinilai sejumlah pengamat berniat maju di Pilkada DKI Jakarta. Aksinya menemui tunawisma di Jakarta dinilai sebagai cara menyaingi Anies Baswedan.
Menanggapi hal demikian, Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menyambut baik jika Risma berniat maju di Pilkada DKI. Kehadiran Risma membuat persaingan merebut kursi orang nomor satu di ibu kota semakin kompetitif.
"Semua punya hak untuk maju. Makin banyak yang berniat maju makin kompetitif makin baik untuk DKI," ujarnya kepada wartawan, Kamis (7/1).
Mardani mengatakan, Pilkada DKI Jakarta sangat strategis. Sebab, Pilkada di ibu kota bisa menjadi panggung utama tokoh yang berniat maju di Pilpres 2024.
"Untuk Pilkada DKI ini memang sangat strategis karena bisa jadi panggung utama untuk Pilpres 2024," kata dia.
Namun, menurut undang-undang yang berlaku, Pilkada DKI Jakarta diserentakan pada 2024. Mardani mengatakan, kendati demikian masih ada kemungkinan Pilkada DKI digelar setelah lima tahun masa jabatan Anies habis. Apabila DPR merevisi dalam UU Pilkada.
"Tentu masih ada kemungkinan Pilkada 2022 dan 2023 diadakan sepanjang DPR dan Pemerintah merevisi UU Pilkada tersebut," ucapnya.
Sebelumnya, pengamat politik Universitas Al-Azhar Ujang Komarudin menilai manuver Menteri Sosial Tri Rismaharini menjaring tuna wisma di Jakarta ada maksud politik. Tujuannya adalah Pemilihan Gubernur DKI Jakarta.
Ujang mengatakan Risma sedang memberikan kritik terhadap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
"Dalam perspektif politik ada maksud di balik itu. Pertama dia tentu ingin memberikan kritik kepada Anies Baswedan bahwa di Jakarta masih banyak warga yang tidak mendapat perhatian, sementara Anies banyak memposting kemajuan Jakarta di media sosialnya," ujar Ujang kepada wartawan, Kamis (7/12).