KPAI Masih Menemukan Pelibatan Anak-anak dalam Kampanye Pilkada

Berikutnya, KPAI menemukan anak yang dikumpulkan untuk memberi dukungan kepada paslon tertentu. Lalu anak-anak tersebut didokumentasikan untuk menjadi bahan kampanye.

Muhammad Genantan Saputra
KPAI Masih Menemukan Pelibatan Anak-anak dalam Kampanye Pilkada
Ilustrasi Kampanye. ©2014 Merdeka.com

Komisioner Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Jasa Putra menyayangkan masih adanya pelibatan anak-anak dalam kampanye pasangan calon di Pilkada 2020. Dia mencontohkan ada paslon yang memberi santunan kepada anak-anak tetapi bermaksud untuk kampanye.

"Calon mendatangi panti asuhan dengan alasan memberikan sedekah, memberikan bantuan tapi dianggah juga ke media sosial, baik dianggah panti itu sendiri maupun dianggah pasangan calon," katanya dalam webinar Lembaga Sensor Film RI, Selasa (24/11).

Berikutnya, KPAI menemukan anak yang dikumpulkan untuk memberi dukungan kepada paslon tertentu. Lalu anak-anak tersebut didokumentasikan untuk menjadi bahan kampanye.

"Kemudian kita menemukan perbuatan video kampanye resmi ini oleh tim yang disitu ada anak-anak disana jadi keluarga berkumpul anak dibariskan disamping keluarga itu, dan melakukan dukungan berupa suara dan gambar dalam bentuk video," ungkapnya.

Dalam laporan, KPAI juga melihat anak-anak dan paslon melakukan senam bersama di daerah Makassar. Kemudian, dibuat video dan diunggah ke media sosial anak maupun tim kampanye paslon.

"Dan anak juga ikut main mendukung mengacungkan jari sesuai nomor urut paslon dan juga diunggah di media sosial," ucapnya.

"Ini satu tantangan kita yang sangat luar biasa, semua dokumentasi pelibatan anak sangat mudah kita dapatkan, ribuan akun itu kalau kita tracing sangat mudah kita temukan anak anak kita terlibat dalam kegiatan politik," ujar Jasa.

Rekomendasi