Elektabilitas Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sebagai calon presiden 2024 kembali menempati urutan teratas. Terbaru, dalam survei Indonesia Political Opinion (IPO) Ganjar memiliki elektabilitas 17,9 persen mengungguli Menhan Prabowo Subianto dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
Menanggapi hasil survei itu, Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera memang perlu apresiasi Ganjar. Selain faktor kedaerahan, Ganjar juga bermain di ceruk suara pemilih Presiden Joko Widodo.
Mardani menilai hal ini menjadi kelebihan Ganjar. Sebab tidak ada tokoh lain yang bermain di ceruk suara Jokowi. Prabowo dan Anies lebih mendapat ceruk pemilih non Jokowi.
"Sehingga Ganjar punya kelebihan tidak ada figur yang main di ceruk pak Jokowi. Sehingga wajar dia naik," ujar Mardani dalam rilis survei IPO, Rabu (28/10).
Menurut Mardani, tantangan Ganjar adalah waktu. Pilpres 2024 masih jauh. Mardani menilai, bisa saja muncul tokoh baru di 2022. Layaknya Presiden Joko Widodo yang namanya naik daun ketika menjadi Gubernur DKI Jakarta pada 2012.
"Tinggal tantangan Ganjar dan seluruhnya adalah pilpresnya tahun 2024. Pak Jokowi baru muncul 2012, nanti kita lihat 2022 siapa yang muncul siapa tahu yang tadi tidak ada disebut," kata Mardani.
Advertisement
Sebelumnya, Indonesia Political Opinion (IPO) merilis survei persepsi publik terhadap elektabilitas calon presiden 2024. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menempati posisi puncak.
Ganjar memiliki elektabilitas sebesar 17,9 persen. Diikuti Menteri Pertahanan Prabowo Subianto 16,4 persen dan Anies Baswedan 15,3 persen.
"Ternyata ada perubahan tapi tidak terlalu mengagetkan. Ganjar Pranowo meningkat ke posisi teratas," ujar Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah dalam rilis survei secara virtual, Rabu (28/10).