Purnomo Pasrah Menunggu PDIP Umumkan Nama Calon Wali Kota Solo

Bakal calon Wali Kota Solo yang diusung DPC PDIP Solo, Achmad Purnomo mengaku belum mendapatkan bocoran terkait waktu pengumuman. Dia tidak bisa menebak sosok yang dipilih Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri untuk maju dalam Pilkada 23 September nanti. Wakil wali kota Solo itu mengaku pasrah, jika tidak dipilih.

Arie Sunaryo
Oleh Arie Sunaryo - Reporter
Purnomo Pasrah Menunggu PDIP Umumkan Nama Calon Wali Kota Solo
Gibran dan Purnomo fit and proper test di DPP PDIP. ©Dok. PDIP

Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPP PDIP) telah mengantongi nama bakal calon Wali Kota Solo yang akan diusung di Pilkada Serentak 2020. Ketua DPP PDIP Bambang 'Pacul' Wuryanto menyebut nama tersebut tinggal diumumkan dalam waktu yang tidak lama.

Bakal calon Wali Kota Solo yang diusung DPC PDIP Solo, Achmad Purnomo mengaku belum mendapatkan bocoran terkait waktu pengumuman. Dia tidak bisa menebak sosok yang dipilih Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri untuk maju dalam Pilkada 23 September nanti. Wakil wali kota Solo itu mengaku pasrah, jika tidak dipilih.

"Saya makin pasrah kok. Dengan melihat seperti ini, ya sudah, kita pasrah dengan apapun hasilnya," ujar Purnomo, Rabu (11/3).

Purnomo tetap akan menunggu rekomendasi meskipun sejumlah partai menawarinya untuk maju dalam Pilkada melalui partai lain, jika tak mendapatkan rekomendasi dari PDIP. Dia mengaku tidak tertarik dengan penawaran tersebut. Sebagai kader dia berjanji akan melaksanakan apapun keputusan partai.

"Kemungkinan lain belum terpikirkan, saya tetep menunggu rekomendasi. Setelah rekomendasi itu turun, karena kita itu kader partai, ya, gimana keputusan partai. Misalnya rekomendasinya berbeda ya apa perintah partai kita laksanakan," katanya.

Dia belum mengetahui waktu pengumuman rekomendasi. Dia hanya tahu dari awak media bahwa rekomendasi diumumkan pada bulan Maret ini. Purnomo juga belum mendapatkan surat panggilan dari DPP PDIP menjelang pengumuman nama. Namun dia memperkirakan, jika yang mendapatkan rekomendasi dirinya dan Teguh Prakosa, maka tidak perlu ada pemanggilan.

"Kemungkinan tidak dipanggil ya ada. Kalau rekomendasinya ke Puguh (Purnomo-Teguh) ya tidak perlu dipanggil. Yang dipanggil kalau pasangannya lain. Misalnya mas Gibran, kamu dipasangkan sama ini mau nggak, kan gitu," selorohnya.

Rekomendasi