Presiden Jokowi tengah mencari calon menteri baru untuk mengisi kabinet kerja jilid II. Tidak hanya dari profesional, tapi juga politikus dari partai koalisi.
Sejumlah partai politik sudah terang-terangan menyodorkan sejumlah nama kepada Presiden Jokowi untuk dipilih sebagai menteri. Siapa yang akan dipilih?
Jika menengok ke belakang, ada kebiasaan presiden terpilih memilih calon menteri dari sekjen partai koalisi. Tidak hanya di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, tapi juga era Presiden Jokowi. Berikut ini contohnya:
Advertisement
Sekjen PDIP Jadi Mendagri
Pada 2014 lalu, Presiden Jokowi melirik Sekjen Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Tjahjo Kumolo untuk menjadi menteri. Tjahjo kemudian ditunjuk sebagai menteri dalam negeri (mendagri) pada 2014.
Tjahjo salah satu menteri yang hingga kini masih bertahan duduk di kursi pemerintahan. Sebelum menjadi sekjen PDIP, Tjahjo Kumolo juga pernah tercatat sebagai Ketua Umum KNPI dan anggota Partai Golkar.
Advertisement
Golkar
Golkar merupakan partai oposisi yang akhirnya bergabung ke pemerintahan Jokowi. Sejak bergabung dengan pemerintah, Golkar mendapat jatah kursi menteri. Presiden Jokowi menunjuk Sekjen Partai Golkar Idrus Marham sebagai menteri sosial. Idrus menggantikan posisi Khofifah Indar Parawansa yang maju dalam Pilkada Jawa Timur.
Akan tetapi posisi Idrus sebagai menteri sosial tak cukup lama. Dia tersangkut kasus korupsi PLTU-I Riau.
Advertisement
PKB
Di Era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), sekjen parpol juga mendapat posisi menteri. Saat itu SBY mengangkat sekjen Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Lukman Edy sebagai Menteri Percepatan Daerah Tertinggal. PKB merupakan partai pengusung SBY pada periode 2004-2009.
Lukman Edy menggantikan mantan Sekjen PKB, Syaifullah Yusuf dalam reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu (KIB). Artinya pada masa SBY sekjen PKB selalu mendapat posisi menteri.
Tak hanya era SBY, pada era Presiden Jokowi juga sama. Pada 2014, saat itu Sekjen PKB Hanif Dhakiri juga ditunjuk sebagai menteri tenaga kerja.
Advertisement
PAN
Pada 2004 periode pertama pemerintahan SBY, Sekjen PAN saat itu Hatta Rajasa juga dipilih sebagai menteri. Hatta ditunjuk sebagai Menteri Negara Riset dan Teknologi dalam Kabinet Gotong Royong.