Sebuah video merekam calon presiden 02, Prabowo Subianto, memukul tangan polisi yang bertugas mengawalnya selama Pilpres. Insiden itu terekam saat Prabowo kampanye di Cianjur, Jawa Barat.
Ketua DPP Partai Gerindra, Ahmad Riza Patria, meminta tindakan itu jangan ditafsirkan Prabowo seorang yang emosional. Tindakan memukul tangan polisi itu, katanya, justru karena Prabowo tidak ingin rakyat diperlakukan demikian.
"Loh justru Pak Prabowo itu baik ya, dia tidak ingin rakyat diperlakukan seperti itu," kata Riza di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (13/3).
Prabowo justru tidak mau ada sekat dengan pendukungnya. Mantan Danjen Kopassus itu justru ingin memberikan akses bertemu pemimpin seluas-luasnya.
"Pak Prabowo tak masalah, dia pemimpin salaman sebanyak mungkin dalam perjalanannya sejak mendarat lokasi sampai terbang lagi tetap salaman dengan masyarakat," ungkapnya.
Riza mengklaim saat Prabowo ke Cianjur sambutan masyarakat memang sangat antusias. Bahkan hal itu membuat Prabowo terharu.
Sebelumnya, Koordinator Jubir Prabowo-Sandiaga, Dahnil Anzar Simanjuntak mengklarifikasi peristiwa tersebut. Dahnil tak ingin, video tersebut menjadi fitnah yang menyudutkan capres Prabowo.
Di akun Twitternya, Dahnil membalas cuitan penulis Iman Brotoseno. Iman menyebut di media sosialnya, capres Prabowo yang berkarakter galak. Namun, Dahnil memberikan klarifikasi kenapa Prabowo marah.
"Saudara Iman, kamu ini rajin bener menebar fitnah bersama akun palsu, karena yakin selalu aman dari aparat hukum? Saya informasikan ya, itu yang diperingati dengan dipastikan oleh Pak @prabowo tulis Dahnil di akun Twitter resminya, dikutip merdeka.com, Selasa (12/3).