Wakil Direktur Relawan Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Mohammad Yamin, meminta para relawan mencermati hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA dan menjadikannya sebagai pijakan untuk bekerja.
Survei LSI Denny JA menyebutkan, pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin unggul 5-1 dari Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dari enam kantong suara pemilih. Hanya kalah di pemilih dari kalangan terpelajar. Hal ini yang akan dicermati TKN Jokowi-Ma'ruf.
"Para relawan harus menjadikan hasil survei itu sebagai rujukan. Jadi kita tahu dimana titik lemah kita," kata Mohammad Yamin dalam pesan singkat, Jumat (8/2).
Hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menunjukan Jokowi - Ma'ruf unggul di lima kantong suara pemilh atas Prabowo-Sandiaga masing-masing di kantong suara pemilih muslim, minoritas, wong cilik, emak-emak, dan milenial. Sedangkan Prabowo-Sandi unggul di kantong suara pemilih kalangan terpelajar.
Mohammad Yamin minta para relawan serius menggarap kantong suara pemilih terpelajar di mana menurut hasil survei Jokowi kalah.
"Itu harus menjadi fokus kita. Kita tutup lubang-lubang kelemahan yang ada," ujarnya.
Namun, dia mewanti-wanti agar para relawan tak mengganggap enteng kantong-kantong suara pemilih yang menurut hasil survei Jokowi unggul.
"Semua harus tetap kerja keras dan kerja cerdas. Kita pertahankan kantong-kantong suara di mana kita unggul. Masih punya waktu sekitar dua bulan sebelum pencoblosan," ujar Mohammad Yamin.
Diketahui, Pasangan calon Presiden-Wakil Presiden, Jokowi-Ma'ruf masih unggul dari Prabowo-Sandi jelang dua bulan pencoblosan. Berdasarkan hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA di bulan Januari, elektabilitas pasangan nomor urut 01 itu sebesar 54,8 persen sedangkan pasangan nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga sebesar 31,0 persen.
Dalam paparan survei LSI Denny JA pada Januari, ada enam kantong yang mengalami perubahan persentase terhadap dua pasangan calon. Enam kantong tersebut adalah; pemilih muslim, pemilih minoritas, pemilih kalangan dengan pendapatan menengah ke bawah, pemilih perempuan, pemilih terpelajar, dan pemilih milenial.
Dari enam kantong tersebut pasangan Jokowi-Ma'ruf kalah tipis dari Prabowo-Sandi di kalangan pemilih terpelajar. Adjie mengatakan dari populasi pemilih terpelajar sebesar 11,5 persen namun Jokowi-Ma'ruf hanya mampu meraih persentase 37,7 persen sedangkan Prabowo-Sandi mencapai 44,2 persen.
Kendati persentase populasinya tidak besar menurut Adjie pengaruh pemilih terpelajar cukup signifikan karena kemampuan mereka mempengaruhi opini publik.
"Dalam pertarungan elektoral yang ketat, populasi 11,5 persen cukup signifikan," kata Adjie di Graha Rajawali, Jakarta Timur, Kamis (7/2).