Presiden PKS Sohibul Iman menceritakan, sulitnya pertarungan di Pemilu kali ini. Sebagai partai yang tidak mengusung capres dan cawapres dari partai sendiri, dia menjelaskan, partainya harus lebih kerja keras untuk meraup suara.
Sama seperti halnya Partai Demokrat, kata dia, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bahkan turun langsung ke lapangan untuk berjuang mati-matian.
"Saya bilang keluhan Pak SBY di Twitter maupun ketika kemarin saya dengar cerita dari tim materi debat, bertemu dengan Pak SBY dan diminta Pak SBY untuk lebih banyak turun ke bawah, jawaban Pak SBY adalah, kami sedang setengah mati memikirkan, memperjuangkan bagaimana Demokrat bisa tetap eksis," kata Sohibul dalam konsolidasi Nasional Anggota DPR-DPRD PKS 'Menangkan PKS, Menangkan Indonesia' di Hotel Sahid, Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, Rabu (30/1).
Sebab itu, Sohibul meminta agar tetap fokus untuk Pileg dan Pilpres saat ini. Walaupun mendukung capres-cawapres 02 Prabowo-Sandiaga Uno, dia meminta agar para kader membuat fokus lagi untuk memperkuat partai.
"Karena apa? Karena bagi partai seperti PKS kita harus bekerja 2 kali. Kita harus memasarkan Calon Presiden dan calon Wapres, Kita juga harus memenangkan partai kita," ungkap Sohibul.
"Kita juga harus membuat gendang sendiri. Supaya kita bisa menari di atas gendang kita. Inilah ikhwan akhwatillah, yang saya sebut bagaimana PKS bisa lebih atraktif, seatraktif pilpres. Kehadiran kita dalam koalisi jangan tenggelam dalam bola, tetapi kita harus menyembul ke luar bahwa di bola Prabowo-Sandi ada yang namanya Partai Keadilan Sejahtera," lanjut Sohibul.
Karena itu, PKS harus menyeimbangkan keduanya. Antara Piplres dan Pileg. "Oleh sebab itu kita harus menyeimbangkan dua-duanya. Pilpres harus kita menangkan, Pileg juga harus kita menangkan. PKS harus naik menjadi partai papan atas dengan minimal 12 persen," kata Sohibul.