Sekretaris Jenderal PPP Arsul Sani berharap Asian Games 2018 bisa menjadi inspirasi untuk mewujudkan Pemilihan Presiden 2019 yang damai. Saling serang di media sosial dan menyebarkan informasi bohong harus dihentikan.
Arsul melihat momen peraih medali emas pencak silat, Hanifan, yang spontan memeluk Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menciptakan suasana teduh.
"Inisiasi Hanifan untuk menyatukan Presiden Jokowi dan Prabowo Subianto dalam suatu pelukan itu sebagai aspirasi mayoritas masyarakat Indonesia yang menghendaki bahwa kontestasi Pilpres seyogyanya damai, sejuk, dan tidak keluar dari kerukunan pribadi-pribadi antarcalon dan masing-masing pendukungnya," kata Asrul, Sabtu (1/9).
Menurut Arsul, diakui atau tidak peristiwa pelukan Hanifan bersama-sama dengan bakal capres di arena Asian Games itu mampu menyejukkan suhu politik yang menghangat menjelang Pemilihan Umum Presiden 2019.
Anggota Komisi III DPR itu mengingatkan bahwa persatuan dan kesatuan bangsa lebih penting daripada kontestasi dengan menggunakan cara-cara yang tidak sehat.
Menurut dia, kondisi yang kurang kondusif di tengah masyarakat akibat perbedaan pilihan atau dukungan bisa memicu ancaman lain berupa intoleransi, bahkan bisa disusupi kelompok yang ingin menghancurkan NKRI.
"Momen pelukan tersebut memberi makna, mari mulai hari ini kontestasi Pilpres tidak provokatif, tidak saling menyebarkan kebencian, dan berproses tanpa harus mengorbankan persatuan dan kesatuan bangsa," kata Arsul.