Koalisi Jokowi tuding aksi 2019#GantiPresiden ditunggangi kelompok tertentu

Koalisi Jokowi tuding aksi 2019#GantiPresiden ditunggangi kelompok tertentu. Menurutnya, pergantian presiden itu sesuai dengan masa jabatan yakni lima tahun kerja atau menjabat. Hal itu pun terjadi ketika peralihan dari presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Joko Widodo (Jokowi).

Nur Habibie
Oleh Nur Habibie - Reporter
Koalisi Jokowi tuding aksi 2019#GantiPresiden ditunggangi kelompok tertentu
Hasto Kristiyanto. ©2018 Merdeka.com/Nur Habibie

Sekretaris Tim Kampanye Nasional Pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Hasto Kristiyanto mengapresiasi langkah polisi membubarkan massa aksi #2019GantiPresiden di Surabaya, Jawa Timur dan Pekanbaru, Riau. Menurut Hasto, keputusan dilakukan pihak kepolisian tersebut sangat tepat.

"Sangat tepat. Kami nilai itu sebagai suatu hal yang tepat dan toh dialog kita lakukan. Sekali lagi, kita punya referensi yang baik ketika pemerintah yang otoriter membungkam gerakan-gerakan pro demokrasi, ini kan nyata-nyata upaya untuk mengganti Presiden, padahal kedaulatan di tangan rakyat, yang menentukan siapa diganti kan itu setelah lima tahun," kata Hasto di Rumah Cemara, Jakarta Pusat, Senin (27/8).

Menurutnya, pergantian presiden itu sesuai dengan masa jabatan yakni lima tahun kerja atau menjabat. Hal itu pun terjadi ketika peralihan dari presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Joko Widodo (Jokowi).

"Kalau kita lihat pergantian kekuasaan presiden sebelumnya dengan periode lima tahun, dia memimpin kan ditandai dengan sumpah jabatan, begitu berakhir masa sumpah jabatan, misalnya peralihan dari pak SBY ke Jokowi, begitu Jokowi selesai sumpah jabatan di situlah seluruh tanggungjawab sebagai Presiden melekat," kata dia.

Dia melihat aksi#2019GantiPresiden telah ditunggangi oleh kelompok-kelompok tertentu. Namun, Hasto tak menjelaskan maksud kelompok disebutkannya tersebut.

"Karena itulah ada vacum dan ini ada upaya-upaya memvacumkan itu ya, sehingga mari kita hadirkan kampanye menyampaikan gagasan kreatif bukan buat gerakan-gerakan apalagi disinyalir itu ditunggangi kelompok tertentu," sebutnya.

Politisi PDIP ini menyarankan ketimbang membuat gerakan #2019GantiPresiden lebih baik secara terang-terangan membuat aksi untuk mendukung Prabowo Subianto.

"Ya misalnya seperti itu (gerakan dukung Prabowo) silakan, itu kan ekspresi yang diatur dalam aturan main untuk menyampaikan dukungan kepada si A, si B, itu boleh," pungkasnya.

Rekomendasi