Golkar yakin Mega tak tolak Demokrat berkoalisi: Mungkin pak SBY terlalu perasa ya

"Kita sedang membukakan pintu, tapi begitu pintu setengah terbuka pak SBY menafsirkan pintu setengah itu (sudah) tertutup. Berbeda perspektif, mungkin itu perasaanya pak SBY saja," ucap Sarmuji.

Muhammad Genantan Saputra
Golkar yakin Mega tak tolak Demokrat berkoalisi: Mungkin pak SBY terlalu perasa ya
SBY. ©Liputan6.com/Herman Zakharia

Ketua umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengakui banyak hambatan untuk bergabung dalam koalisi parpol pendukung Joko Widodo (Jokowi). Salah satu faktor hambatan itu disebut karena hubungannya dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri tidak harmonis.

Menanggapi pernyataan itu, Wakil Sekjen DPP Partai Golkar Sarmuji tak setuju dengan tafsiran tersebut. Sebab parpol pendukung Jokowi bukan hanya PDIP.

"Di dalam koalisi bukan hanya PDIP, bukan hanya bu Mega. Jadi jangan bu Mega sebagai alasan untuk tidak bergabung, karena masih ada lima parpol lain yang membukakan pintu," ujarnya di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (26/7).

"Dan bu Mega pun saya yakin tidak terlalu resisten lah kalau ada orang mau bergabung dengan koalisi pak Jokowi," sambungnya.

Sarmuji mengatakan, parpol pendukung Jokowi termasuk Golkar membuka ruang untuk Demokrat bila ingin bergabung.

"Kita sedang membukakan pintu, tapi begitu pintu setengah terbuka pak SBY menafsirkan pintu setengah itu (sudah) tertutup. Berbeda perspektif, mungkin itu perasaanya pak SBY saja," ucapnya.

Sarmuji memandang mantan Presiden RI ke-6 tersebut terlalu berlebihan menafsirkan karena karakternya yang halus. "Mungkin pak SBY terlalu perasa ya, orangnya kan halus. Jadi orang yang perasa sering menafsirkan fakta itu melebihi yang sebenarnya," tandasnya.

Rekomendasi