PA 212 rayu Partai Demokrat untuk bergabung ke Koalisi Partai Keumatan

Persaudaraan Alumni 212 menyatakan sedang merayu Partai Demokrat untuk ikut bergabung dalam Koalisi Partai Keumatan. Saat ini, ada beberapa partai yang ada di koalisi tersebut yaitu Berkarya, Gerindra, PAN, PKS dan PBB.

Rita
Oleh Rita - Reporter
PA 212 rayu Partai Demokrat untuk bergabung ke Koalisi Partai Keumatan
Koalisi Partai Keumatan. ©2018 Merdeka.com

Persaudaraan Alumni 212 menyatakan sedang merayu Partai Demokrat untuk ikut bergabung dalam Koalisi Partai Keumatan. Saat ini, ada beberapa partai yang ada di koalisi tersebut yaitu Berkarya, Gerindra, PAN, PKS dan PBB.

"Kami sedang komunikasikan dengan Partai Demokrat, bisa bergabung dengan koalisi keumatan," kata Ketua Umum PA 212 Slamet Ma'arif, Senin (23/7).

Slamet berharap masuknya Partai Demokrat membuat Koalisi Partai Keumatan semakin kuat. "Mudah-mudahan kalau partai tersebut ikut bergabung Insya Allah bisa menambah kekuatan di teman partai," ujar dia.

Hal itu disampaikan usai menggelar pertemuan yang dihadiri Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, Sekjen Gerindra Ahmad Muzani, Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais, Sekjen PAN Eddy Soeparnodi dan perwakilan dari PBB serta Partai Idaman di Hotel Sultan, Jakarta, Senin malam.

Slamet mengatakan, partai-partai yang tergabung dalam Koalisi Partai Keumatan akan segera dideklarasikan. Dia yakin sebelum Ijtima Ulama yang akan digelar pada 27-29 Juli 2018.

"Mudah-mudahan Insya Allah prediksi kita sebelum Ijtima Ulama sudah deklarasi bersama Partai Koalisi Keumatan," ujar dia.

Nantinya setelah terbentuk baru membahas mengenai opsi Capres dan Cawapres. Dia mengatakan, PA Alumni 212 akan mendukung siapapun Capres dan Cawapres. Syaratnya mendapatkan restu dari Rizieq Shihab.

"Siapa Capres dan Cawapresnya dibahas di Ijtima Ulama. Lalu kemudian imam besar Rizieq Shihab akan mengeluarkan rekomendasi. Jika di ijtima ulama tidak direkomendasikan oleh Rizieq Shihab selaku imam kami ya pasti kami enggak dukung," ungkap dia.

Sejauh ini, nama Capres yang mungkin disepakati PA Alumni 212 dan Rizieq Shihab adalah Prabowo Subianto. Sedangkan nama cawapres masih terus dibahas. Kini telah mengerucut menjadi dua nama.

"Kemungkinan besar Capresnya Prabowo Subianto. kemudian siapa wakilnya, sedang digodok. tadi banyak bertukar pikiran dari sekian banyak wakil yang diskusikan. Tapi tinggal dua nama saja," ujar dia.

Reporter: Ady Anugrahadi

Rekomendasi