Menunggangi kuda dan gendong penari, Demiz-Dedi Mulyadi serahkan berkas ke KPU

Menunggangi kuda dan gendong penari, Demiz-Dedi Mulyadi serahkan berkas ke KPU. Sepanjang satu kilometer perjalanan menuju kantor KPU mereka disambut simpatisan. Setelah sampai kantor KPU, pasangan berjuluk dua DM lalu turun dari kuda dan disambut oleh pertunjukan tarian longser.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Menunggangi kuda dan gendong penari, Demiz-Dedi Mulyadi serahkan berkas ke KPU
Pasangan Deddy Mizwar - Dedi Mulyadi daftar ke KPU. ©2018 Merdeka.com/Bahi Binyatillah

Pasangan calon Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi resmi mendaftar sebagai cagub dan cawagub Jabar ke kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jabar, Jalan Garut, Kota Bandung, Selasa (9/1). Sebelumnya, mereka memulai perjalanan bersama rombongan sambil menunggangi kuda dari Stadion Sidolig, di Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung.

Sepanjang satu kilometer perjalanan menuju kantor KPU mereka disambut simpatisan. Setelah sampai kantor KPU, pasangan berjuluk dua DM lalu turun dari kuda dan disambut oleh pertunjukan tarian longser.

Acara ini disiapkan oleh KPU untuk seluruh calon dalam menyambut semua pasangan calon yang melakukan pendaftaran.

Saat berjalan menuju kantor KPU, Dedi Mulyadi secara spontan menggendong seorang penari. Sedangkan Deddy Mizwar memilih menyapa dan sesekali bersalaman dengan simpatisan.

Memasuki ruangan pendaftaran, kedua pasangan disambut Ketua KPU, Yayat Hidayat. Penyerahan seluruh berkas persyaratan disaksikan oleh sejumlah Perwakilan partai Demokrat dan Golkar.

Yayat menyatakan seluruh berkas akan diverifikasi. "Berkas sudah saya terima. Nanti akan diverifikasi. Tapi, saya ingatkan agar segera mengurus masa cuyi. Harus diserahkan sebelum masa kampanye (pertengahan Februari)," kata Yayat.

Ditemui usai pendaftaran, Deddy Mizwar mengaku siap melanjutkan tahap selanjutnya, seperti pemeriksaan kesehatan. Terkait cuti, pria yang saat ini menjabat sebagai Wakil Gubernur Jabar ini akan segera memprosesnya.

"Saya belum mengurus cuti. Nanti, kan masih lama. Masih ada waktu satu bulan," ucapnya.

Sementara itu, Dedi Mulyadi menerangkan, alasan menunggang kuda itu lekat dengan filosofi. Menurutnya, kuda itu kokoh dan selalu maju ke depan. Selain itu, kuda merupakan hewan yang lekat dengan sejarah pemimpin di jaman dulu.

"Jadi, kami akan seperti memakai kacamata kuda. Akan berjalan di jalan yang lurus," ucapnya.

Rekomendasi