Gubernur Aher: Saya enggak bisa nolak istri untuk ikut Pilgub Jabar

Aher pun menolak jika dukungannya pada istri untuk Pilgub Jabar akan membentuk dinasti politik. Sebab Aher tidak pernah memaksakan sang istri untuk ikut pada Pilgub Jabar tahun depan.

Andrian Salam Wiyono
Oleh Andrian Salam Wiyono - Reporter
Gubernur Aher: Saya enggak bisa nolak istri untuk ikut Pilgub Jabar
Aher dan Ridwan Kamil. ©2016 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) tak pernah melarang istrinya Netty Prasetyani Heryawan, jika memang ingin ikut bertarung di Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2018. Asalkan didukung masyarakat dan partai sebagai kendaraan politik."Kalau masyarakat mendukung partai mendukung saya enggak bisa menolak," kata Aher, saat ditemui di Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (21/3).Namun, Aher merasa gelaran demokrasi di Jabar yang baru akan berlangsung satu tahun lagi itu masih cukup lama untuk dibahas saat ini. Sehingga segala proses yang berlangsung diikuti saja prosesnya."Ngalir saja ya. Masih lama juga. Bisa jadi bisa tidak. Ikuti saja dulu," imbuhnya.Aher pun menolak jika dukungannya pada istri untuk Pilgub Jabar akan membentuk dinasti politik. Sebab Aher tidak pernah memaksakan sang istri untuk ikut pada Pilgub Jabar tahun depan. "Dinasti mah dipaksa-paksa karek dinasti. Kalau diminta masyarakat mah bukan dinasti atuh," terangnya.

‎‎

Sebelumnya, Netty sudah memberi sinyal kesiapannya untuk Pilgub Jabar 2018 nanti. Asalkan memang mendapatkan dukungan dari masyarakat, keluarga serta partai politik yang ingin mengusungnya."Saya sih harus menjawab secara normatif ya. Ketika ada dukungan dan kepercayaan. Ada mekanisme yang harus ditempuh, ya kita ikuti saja ya," kata Netty pada wartawan di Gedung Sate, Kota Bandung, pada Rabu (15/3) lalu.Saat kembali ditegaskan apakah siap jika memang ada yang mendukung, Netty yang merupakan Ketua PKK Jabar ini berucap bahwa setiap orang memiliki hak politik untuk maju di pesta demokrasi.‎"Jawabannya harus sesuai aturan dan Undang-Undang. Sebagai warga negara yang baik. Kalau ada kemampuan dan diusung parpol dan masyarakat dan dijamin Undang-Undang Insya Allah saya siap," terang Netty. Namun Pilgub Jabar yang baru akan dilangsungkan pada Juni tahun mendatang itu masih cukup jauh jika‎ dibicarakan saat ini. Beberapa tahapan dari penyelenggara, yakni KPU juga belum dimulai. KPU baru akan memulai beberapa tahapan pada pertengahan 2017 ini. ‎"Tahapannya belum dimulai yah. Saya pikir tenang-tenang saja. Tunggu tahapannya. Karena niat jugakan itu harus berbanding lurus dengan peluang, kesempatan dn kepercayaan," jelas Netty."Termasuk yang paling harus disiapkan kendaraan. Tergantung ada partai atau tidak (yang mendukung). Saya belum berpikir terlalu jauh. Saya masih menjalani sebagai Ketua PKK dan P2TP2A dulu," tandasnya. ‎

Rekomendasi