Benarkah Annisa Pohan bisa bikin Agus 'kuda hitam' di Pilgub DKI?

Benarkah Annisa Pohan bisa bikin Agus 'kuda hitam' di Pilgub DKI? Pakar Politik Universitas Indonesia Vishnu Juwono berani memastikan Pilgub DKI Jakarta akan berlangsung dalam dua putaran karena kehadiran pasangan Agus-Sylviana.

Anisyah Al Faqir
Oleh Anisyah Al Faqir - Reporter
Benarkah Annisa Pohan bisa bikin Agus 'kuda hitam' di Pilgub DKI?
agus harimurti. ©2012 Merdeka.com

Munculnya nama Agus Harimurti Yudhoyono di Pilgub DKI menjadi kejutan. Putra sulung presiden ke enam, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) seolah menjadi magnet baru dalam kontes politik di DKI.Sosok Agus yang selama dikenal sebagai perwira cemerlang tentu membuat banyak pihak bertanya, mengapa penerima Adhi Makayasa ini rela meninggalkan kariernya di TNI demi Pilgub DKI. Banyak yang kemudian menuding, Agus adalah korban dari keinginan politik sang Bapak.Lepas dari debat tersebut, sosok Agus ternyata bisa menjadi kuda hitam di Pilgub DKI. Meski masih 'hijau' dalam dunia politik, suami Annisa Pohan ini diyakini mengubah peta politik di Ibu Kota. Pakar Politik Universitas Indonesia Vishnu Juwono berani memastikan Pilgub DKI Jakarta akan berlangsung dalam dua putaran karena kehadiran pasangan Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni. Pasangan ini diusung oleh Partai Demokrat, PPP, PKB dan PAN yang tergabung dalam Poros Cikeas.

Annisa Pohan di Istana Bogor ©instagram.com/aniyudhoyono

"Panasnya Pilgub DKI kali ini akan terasa karena pertama dengan adanya Pak Agus bisa dipastikan pilkada dua putaran," ujar Vishnu dalam diskusi bertajuk Pemimpin Jitu Di mana Engkau, Seteru Panas Pilkada DKI, Siapa Kuat?' di kawasan SCBD, Sudirman, Jakarta Selatan, Kamis (29/9) kemarin.Ada beberapa faktor yang membuat Agus-Sylvi menjadi kuda hitam. Salah satunya karena sang istri, Annisa Pohan. Menurut Vishnu, Annisa Pohan bisa mendongkrak elektabilitas suaminya. Hal ini karena Annisa Pohan merupakan mantan aktris yang populer sebelum dipersunting Agus Yudhoyono."Dari istri calon ini bisa menunjukkan sisi humanis," ucap Vishnu.

Selain itu, Vishnu menuturkan, pasangan petahana (Ahok-Djarot) yang diusung PDIP, Golkar, Hanura dan NasDem memang memiliki rating tinggi. Meski demikian dari hasil beberapa survei menunjukkan ternyata elektabilitasnya tak sampai 50 persen."Jadi ini yang jadi masalah. Ini kenapa? Dugaan saya, ini gaya komunikasi beliau (Ahok). Menghadapi elite cocok, tapi ditujukan masyarakat miskin terutama penggusuran ini jadi kontraproduktif. Ini kenapa elektabilitas Ahok jadi agak stagnan. Saya tidak heran kenapa akhirnya Ahok melobi PDIP," papar Vishnu.Namun demikian dia mengaku akhir-akhir ini Ahok tampak tak terlalu banyak bicara seperti biasanya. Dia mengira hal ini akibat dari pengusungan Ahok oleh PDIP.

Annisa Pohan dengan Letkol Agus Yudhoyono ©istimewa

"Saya rasa ini sudah dilakukan sejak dicalonkan PDIP. Pada akhirnya ada tekanan dari partai pendukung untuk memperbaiki pola komunikasi. Karena takut peristiwa Fauzi Bowo terulang, akhirnya Jokowi-Ahok yang tidak diperhitungkan, didukung dua partai menang. Ini yang diharapkan partai pendukung supaya blunder-blunder dihindari," jelasnya.Sementara itu terkait pasangan Agus-Sylvi yang terbilang baru dalam dunia politik bisa dibuktikan saat debat calon yang diadakan oleh KPU DKI Jakarta nanti."Kuncinya nanti pada saat debat. Satu sisi ini kesempatan Anies-Sandi dan Agus-Sylvi menunjukkan mereka kredibel. Kita ketahui Ahok-Djarot punya jam terbang panjang, teknis pembangunan mereka jauh, sistem transportasi, pembangunan. Kalau tidak bisa menunjukkan, undecide voter bisa ragu. Tapi Kalau bisa menunjukkan undecide voter bisa memutuskan ambil risiko memilih calon non petahana," terangnya.

Rekomendasi