Klaim tak ajukan nama, Golkar sudah siapkan kader isi kursi menteri

Idrus Marham membeberkan alasan dipilihnya Airlangga menjadi Menteri Perindustrian.

Anisyah Al Faqir
Oleh Anisyah Al Faqir - Reporter
Klaim tak ajukan nama, Golkar sudah siapkan kader isi kursi menteri
Idrus Marham ke Bareskrim. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Sekjen Partai Golkar Idrus Marham menyatakan Golkar merupakan partai besar yang memiliki pengalaman dalam mempersiapkan kader-kadernya. Sehingga kader-kader partai berlambang pohon beringin itu siap kapan saja untuk didistribusikan, ditugaskan, dan didedikasikan di semua tingkatan semua bidang.Dia mengaku Partai Golkar tak pernah minta jatah menteri pada Presiden. Namun terpilihnya Airlangga Hartarto sebagai Menteri Perindustrian kata dia memanglah atas perkataan Presiden."Jadi kita tidak pernah memilih-milih di situ (posisi Menteri Perindustrian), Presiden bilang di situ ya kita berikan orang yang ahli, maka ya selama ini kalau bicara tentang perekonomian, perindustrian, perdagangan selama ini memang Pak Airlangga," kata Idrus saat ditemui di Rapimnas I Partai Golkar, di JCC Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (28/7).Meski tak mengatakan secara tegas Golkar diminta nama oleh presiden untuk mengisi kursi kementerian perindustrian, pihaknya mengaku akan memberikan kader terbaik untuk mengisi kursi di kementerian."Jadi kita melihat ada komunikasi politik. Ternyata posisi ini yang dibutuhkan. Karena itu partai kita memilah-milah dan memilih kader-kader yang memang memiliki kompetensi untuk itu dan saya katakan tadi kalau kita bicara tentang visi ekonomi, Airlangga memang memiliki kompetensi ini," papar Idrus.Dia juga membeberkan selain sebagai pengusaha, Airlangga Hartarto juga berpengalaman di DPR. Dinilai memiliki pengalaman dan kompetensi di bidang perekonomian, maka ditunjuklah Airlangga Hartarto untuk menduduki jabatan Menteri Perindustrian."Di DPR pun selama ini Airlangga kalau enggak di Komisi 6, 11 atau 7. Oleh karena itu maka posisinya yang ada maka tentu Airlangga kita pandang sebagai posisi yang pantas untuk itu dan kita punya keyakinan Airlangga bisa memimpin kementerian itu bisa dengan baik," sambung Idrus.Tak hanya itu, posisi Airlangga juga dinilai sebagai pertaruhan nama Golkar di pemerintahan. Sebab baik buruknya Airlangga sebagai Menteri Perindustrian akan berdampak pada citra Partai Golkar."Keberadaan Airlangga tak terlepas dari peran partai Golkar. Kalau Airlangga tidak berhasil maka implikasinya juga ke Partai golkar. Karena itu kita harapkan, dukung back-up agar Airlangga bisa berhasil jadi sebagai Menteri Perindustrian," tutup Idrus.

Rekomendasi