Siti Zuhro: Partai Golkar ibarat sudah jatuh tertimpa tangga

Kalau terus berkecambuk, sama saja pembusukan politik di dalam tubuh partai.

Al Amin
Oleh Al Amin - Reporter
Siti Zuhro: Partai Golkar ibarat sudah jatuh tertimpa tangga
Islah Golkar. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Dualisme kepemimpinan di tubuh Partai Golkar masih berlanjut. Meskipun Mahkamah Agung sudah memutuskan kepengurusan Golkar yang sah di bawah komando Ketua Umum Aburizal Bakrie, kubu Agung Laksono masih tetap ngotot mengajukan peninjauan kembali dengan dalih kubu Aburizal Bakrie dianggap mengingkari kesepakatan silatnas.

Pengamat politik LIPI Siti Zuhro melihat, sudah waktunya partai berlambang pohon beringin ini berbenah. "Dualisme kepengurusan ini tidak nyaman bagi Indonesia. Ini ibarat sudah jatuh ketimpa tangga," kata Zuhro di forum silahturahmi daerah Golkar yang diadakan di kantor DPP, Slipi, Jakarta Barat, Jumat (20/11).

Dualisme dalam tubuh Golkar terjadi karena tak berkembangnya kepemimpinan dalam partai. Diakuinya, sebagai partai besar di Indonesia, Golkar tidak mampu membuat terobosan baru. Kisruh diperparah dengan tidak dijadikannya Mahkamah Partai sebagai rujukan. "Gaya khas Golkar dulu masih dibawa, itu tidak aplikatif," ujarnya.

"Kalau terus berkecambuk, sama saja pembusukan politik di dalam. ARB (Aburizal bakrie) dan Agung Laksono sama-sama tidak diuntungkan. Ini yang tidak disadari karena ada ego sektoral."

Dalam pandangannya, regenerasi dalam tubuh Golkar tidak berjalan baik karena partai masih menerapkan budaya lawas. "Kontestasi kurang dibuka, nepotisme, pertemanan. Persyaratan ketum belum nyambung dari pilar partai. Tidak ada konvensi membuat tidak ada kader-kader terbaik muncul," tegasnya.

Rekomendasi