Setahun berkuasa, Jokowi diserang sebagai antitesa Bung Karno

Mulai dari mahasiswa, akademisi, hingga para politikus angkat bicara menilai satu tahun pemerintahan Jokowi-JK.

Mardani
Oleh Mardani - Reporter
Setahun berkuasa, Jokowi diserang sebagai antitesa Bung Karno
Ilustrasi Satu Tahun Jokowi-JK. ©2015 Merdeka.com

Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla, kemarin tepat satu tahun berkuasa. Koreksi terhadap pemerintahan Jokowi-JK pun dilakukan oleh berbagai kalangan.Mulai dari mahasiswa, akademisi, hingga para politikus angkat bicara menilai satu tahun pemerintahan Jokowi-JK. Umumnya mereka menggritik kinerja satu tahun pemerintahan Jokowi-JK belum mencapai tujuan.Lembaga survei pun tak mau ketinggalan. Salah satunya adalah Lembaga Survei Nasional Pol-Tracking Indonesia. Hasil survei yang dilakukan Pol-Tracking terhadap kinerja Pemerintahan Joko Widodo menyimpulkan bahwa 51,26 persen responden tak puas dengan setahun pemerintahan Jokowi.Dalam survei yang diikuti 1.200 responden itu, persentase ketidakpuasan tersebut turun sebesar 1,05 persen dari survei yang dilakukan enam bulan sebelumnya."51,26 persen tidak puas, 42,95 persen puas, tidak jawab 5,79 persen. Turun 1,05 persen dari survei enam bulan sebelumnya," kata Direktur Eksekutif Pol-Tracking, Hanya Yuda dalam pemaparannya di Hotel Sofyan Betawi, Jakarta, Selasa (20/10). Dalam survei itu, Pol-Tracking juga membagi beberapa hal yang dianggap persoalan paling pokok yang tengah dihadapi masyarakat saat ini, yaitu harga-harga kebutuhan pokok mahal sebesar 55,95 persen, susah mencari lapangan kerja 18,86 persen, biaya berobat yang mahal 6,01 persen, biaya pendidikan yang mahal 5,27 persen dan pemberantasan korupsi 5,16 persen.

43,26 persen responden juga menganggap pemerintahan Jokowi tidak serius dalam mengatasi pelemahan rupiah terhadap dolar. Publik menilai pemerintahan Jokowi -JK berhasil di bidang pendidikan, dengan tingkat kepuasan 59,90 persen. Sementara, publik sangat tidak puas terhadap kinerja Jokowi-JK di bidang ekonomi sebesar 71,79 persen.Effendi Simbolon, kader PDIP, partai yang notabene menjadi pendukung Jokowi-JK ikut melontarkan kritik terhadap satu tahun pemerintahan Jokowi-JK.Effendi menilai Jokowi tidak becus menjaga stabilitas perekonomian yang naik turun. Penyebabnya, sejak awal menjabat sebagai Presiden, Jokowi terkesan menjadi penganut neoliberal. Karenanya, menurutnya, Jokowi merupakan antitesa dari Soekarno."Presiden secara tidak sadar menuju era yang liberal. Di mana kemudian kita menjunjung menyerahkan semuanya ke mekanisme pasar. Itu antitesa yang diajarkan Soekarno. Itu platform partai pengusungnya sendiri. Kini yang saya tarik cenderung neolib," kata Effendi saat rilis survei Poltracking di Hotel Sofyan Betawi, Jakarta, Selasa (20/10).Dia pun menilai wajar survei Poltracking yang menyebut mayoritas publik tidak puas atas setahun pemerintahan Jokowi-JK."Artinya apa kebijakan Jokowi-JK yang liberal itu tidak Indonesia. Amerika sudah meninggalkan liberal. Usang. Tapi kita malah menuju. Ketergantungan dengan asing, bukan ketergantungan dengan ekspor," ujarnya."Menteri-menteri lain ingin kayak Rini Soemarno. Pinjam-pinjam dari asing. BUMN ini sudah enggak ada kulitnya. Habis. Dijual-jualin," tambahnya.

Rekomendasi