Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR Muslim Ayub mengungkapkan pemerintah Jokowi tidak berterus terang soal revisi undang-undang KPK. Dia mempertanyakan draft revisi yang beredar memakai logo presiden yang seakan membuktikan draft tersebut berasal dari pemerintah."Pemerintah enggak berterus terang, buktinya dalam logo draftnya ada lambang presidennya. Kita (DPR) hanya sebagai pengusul saja. Kalau soal dari mananya, ya dari pemerintah," kata Muslim di Komplek Senayan, Jakarta, Rabu (7/10).Muslim menilai sikap pemerintah Jokowi seperti menutupi keberadaan revisi UU KPK dengan membalik badan. Menurutnya, Presiden Jokowi terkesan begitu takut apabila menerima protes dari masyarakat dan lembaga pemerintah lain mengenai revisi UU tersebut."Presiden sikapnya jadi balik badan begitu, presiden memang begitu, kalau ada protes dari empat sampai lima lembaga membuat takut presiden untuk bicara. Mengingat sebelumnya bahasan tentang RUU KPK mendapat protes dari masyarakat, maka DPR langsung berinisiatif saja untuk mengusulkan," katanya kepada awak media.Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) mengaku mendapatkan draft tersebut pada Selasa (6/10) di ruang Baleg DPR. Sehingga, draft yang diterima anggota dewan kemarin adalah draft milik pemerintah."Belum, belum ada draft dari DPR, kita sebagai pengusul saja. Yang pasti semua fraksi mendapatkan draft pemerintah yang sempat gagal diajukan itu," pungkasnya.
Politikus PAN tuding Jokowi tak jujur soal rencana revisi UU KPK
"Pemerintah enggak berterus terang, buktinya dalam logo draftnya ada lambang presidennya," sesal Muslim Ayub.
Advertisement
Rekomendasi