Gerindra minta Presiden Jokowi tak jalankan program pencitraan

Martin juga meminta Jokowi tak terlarut dalam euforia pesta rakyat.

Sri Wiyanti
Oleh Sri Wiyanti - Reporter
Gerindra minta Presiden Jokowi tak jalankan program pencitraan
martin hutabarat. merdeka.com/Imam Buhori

Anggota Dewan Pembina Partai Gerindra Martin Hutabarat meminta Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla, tidak larut dalam euforia pesta rakyat. Pesta rakyat tersebut digelar di sepanjang jalur dari Bundaran HI hingga Monas pada saat Jokowi-JK membacakan sumpah jabatan di Gedung MPR, Senayan, Jakarta, Senin (20/10).Martin meminta Jokowi harus bisa segera fokus menjalankan program-programnya. "Jokowi jangan larut dalam euforia, dia harus segera fokus terhadap program-programnya, banyak rakyat yang sudah menunggu janji-janjinya," kata Martin di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (20/10).Martin mengatakan, ada beberapa tolak ukur yang menjadi acuan kinerja Jokowi-JK. "Profesional, bersih dan kerja, itu akan menjadi tolak ukur yang penting untuk melihat Jokowi," imbuh Martin.Pesta rakyat yang berpusat di Monas, menurut Martin, masih positif lantaran mencerminkan kondisi Jakarta yang aman. Martin juga keberatan dengan keberadaan panser-panser TNI saat pelantikan Jokowi-JK."Jangan terlalu negatif melihatnya, itu kan ekspresi rakyat, kalau itu berhari-hari baru itu dikomentari. Jakarta ini aman, enggak ada rusuh ini Jakarta. Banyak panser itu kan ngeri. Banyak keramaian di sana itu menunjukkan kita itu aman. Demokrasi di kita itu dicontoh negara-negara lain," tutur Martin.Ke depan, Martin berharap, Jokowi tidak lagi menjalankan program-program pencitraan. "Jangan program-program pencitraan lagi, misalnya saya (Jokowi) akan naik mobil SMK, itu kan sudah pencitraan lagi itu, dulu sudah pencitraan jangan pencitraan lagi. Jadi yang begitu-begitu hilangkan," tutup Martin.

Rekomendasi