Perseteruan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarno Putri dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono masih belum terselesaikan meski telah 10 tahun berlalu. Namun, Megawati dinilai selama ini tak pernah mempermasalahkan ketika mantan pembantunya itu menjadi presiden menggantikan dirinya."Secara pribadi enggak pernah, enggak ada masalah. Selama ini clear, mengkritik kebijakan pemerintah Itu wajar," ujar Sekjen PDIP Tjahjo Kumolo di kediaman Megawati di Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (2/10).Oleh karena itu, lanjut Tjahjo, pertemuan antara Megawati dengan SBY tidaklah perlu. "Ngapain sih ketemu? Wong Bu Mega saja tidak mempermasalahkan SBY sebagai presiden," katanya.Seperti diketahui, komunikasi antara PDIP dengan Demokrat intens dilakukan jelang pengajuan paket pimpinan DPR kemarin. Sejumlah elite PDIP, mulai dari Jokowi hingga Puan Maharani mencoba melobi SBY agar Demokrat bergabung dengan barisan koalisi Jokowi-JK.Namun, hingga semalam SBY tak bersedia bertemu dengan Puan Maharani dan elite PDIP lainnya. Menurut informasi, saat ditemui Jokowi, SBY bersedia bergabung tapi dengan syarat Megawati mau menyampaikannya langsung. SBY sendiri kemarin mengakui sudah 10 tahun komunikasinya dengan Mega tak baik.Karena tak menemui titik temu, PDIP dan parpol pendukung Jokowi tadi malam gagal mengajukan paket pimpinan DPR. Pasalnya, pengajuan paket pimpinan DPR minimal dilakukan oleh 5 fraksi DPR yang berbeda. Sementara, parpol pendukung Jokowi-JK hanya ada empat yakni PDIP, PKB, Hanura dan NasDem.Alhasil, hanya Koalisi Merah Putih saja yang bisa mengajukan paket pimpinan DPR. Sementara Demokrat ikut bergabung dengan koalisi pendukung Prabowo itu. Seluruh kursi pimpinan DPR pun dikuasai Koalisi Merah Putih.
Sekjen PDIP: Ngapain ketemu? Bu Mega aja tak permasalahkan SBY
"Secara pribadi (Ibu Mega) enggak pernah, enggak ada masalah. Selama ini clear," kata Tjahjo.
Rekomendasi