Koalisi Merah Putih mulai rapuh

Pandangan soal sistem pemilihan umum kepala daerah menjadi titik awal munculnya perbedaan.

Didi Syafirdi
Oleh Didi Syafirdi - Reporter
Koalisi Merah Putih mulai rapuh
Koalisi Merah Putih bertemu SBY. ©rumgapres/abror rizki

Sikap partai penyokong Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa di pemilihan umum presiden lalu mulai tak sejalan. Pandangan soal sistem pemilihan umum kepala daerah menjadi titik awal munculnya perbedaan.Koalisi Merah Putih satu suara menolak pilkada dilakukan secara langsung. Namun Partai Demokrat justru sebaliknya. Hal itu pun langsung disikapi oleh partai pendukung Prabowo dengan menggelar pertemuan.Kondisi ini mau tidak mau mulai menggerogoti koalisi yang deklarasi di Tugu Proklamasi. Belum lagi mulai muncul sinyal dari beberapa partai akan menyeberang ke kubu Jokowi-JK.Ini tentu menjadi pertanda buruk bagi Koalisi Merah Putih. Kekuatan mereka yang berada di luar pemerintahan tentu akan berkurang.Berikut sinyal Koalisi Merah Putih mulai rapuh:

Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) angkat bicara soal polemik Pilkada langsung atau melalui DPRD di RUU Pilkada. Menurut dia, demokrasi di Indonesia harus terus berkembang dan jangan sampai mundur.Ibas mengatakan, Partai Demokrat setuju jika pemilu secara langsung tetap dipertahankan, karena sejalan dengan aspirasi masyarakat. Dia menilai, Pilkada langsung sejalan dengan semangat reformasi dan pematangan demokrasi."Terkait polemik RUU Pilkada, Partai Demokrat setuju dengan napas reformasi dan pematangan demokrasi. Intinya harus sejalan dengan pemikiran rakyat, termasuk aspirasi kepala-kepala daerah yang menginginkan hak politik warga negara RI tidak boleh dipangkas," ujar Ibas dalam keterangan tertulis yang diterima merdeka.com, Rabu (17/9).Namun demikian, Ibas mengingatkan bahwa perlu ada perbaikan-perbaikan dalam pasal RUU Pilkada yang berpotensi merusak napas demokrasi."Hanya saja Partai Demokrat memandang perlu perbaikan-perbaikan secara terinci, terkait pasal-pasal yang berpotensi menimbulkan ekses terhadap Pilkada langsung tersebut," kata dia.Ibas juga mengajak seluruh pihak yang peduli dengan kemajuan demokrasi Indonesia untuk melihat secara jernih, dan berorientasi pada kemajuan dan upaya pendewasaan demokrasi di Indonesia."Mari kita berpikir jernih, melangkah ke depan dengan tekad untuk melakukan perbaikan dan penyempurnaan sistem demokrasi kita," lanjut putra bungsu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Partai Demokrat kembali menegaskan setuju dengan pemilihan kepala daerah secara langsung. Namun Demokrat memberikan catatan agar ada perbaikan di dalam Rancangan Undang-Undang Pemilihan Kepala Daerah (RUU Pilkada)."Demokrat hari ini secara tegas menyatakan, pilkada yang dilakukan secara langsung, yang harus dilakukan secara perbaikan, yang harus dimasukan RUU yang dibahas," ujar Ketua Harian DPP Partai Demokrat Syarief Hasan di kantor DPP, Jakarta Pusat. Kamis (18/9).Demokrat pun memberikan 10 poin penguatan. "Kalau 10 poin ini dimasukan secara tegas dan diatur, posisi Demokrat memilih pemilukada dilakukan secara langsung baik gubernur, bupati dan wali kota," imbuhnya."Kalau ini dilanggar PD menginginkan agar calon tersebut didiskualifikasi. Demokrat ingin dimasukan pasal-pasal pemilukada yang sedang berjalan sekarang," tandasnya.

Kisruh terjadi di tubuh Partai Persatuan Pembangunan. Terjadi dualisme kepemimpinan di partai tersebut. Kubu Emron Pangkapi perlahan mulai memberi sinyal mengalihkan dukungan ke Jokowi-JK.Tanda-tanda ini semakin kuat setelah Wakil Ketua Umum DPP PPP Suharso Monoarfa kubu Emron membenarkan menerima undangan Rakernas PDIP. Dia pun akan mendampingi Emron Pangkapi hadir dalam acara tersebut."Iya (sudah diundang), Insya Allah kami hadir," kata Suharso, saat dikonfirmasi wartawan Rabu (17/9).Tak hanya itu, Ketua DPD PDIP Jateng Heru Sudjatmoko pun telah mendapat kepastian informasi soal kehadiran PPP di even rakernas PDI P tersebut. "Kami mengundang semua yang terkait dengan PDIP termasuk partai koalisi. Kemungkinan besar PPP akan hadir," tegasnya.

Ketum Partai Amanat Nasional (PAN) Hatta Rajasa mengakui bertemu dengan Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) di rumah Surya Paloh, Jalan Permata Berlian R 20, Permata Hijau. Hatta mengatakan hanya silaturahmi dan mengucapkan selamat kepada Jokowi."Pak Jokowi kan sahabat saya. Hanya silaturahmi. Berikan ucapan selamat. Saya juga ingin sekali ketemu pak Jusuf Kalla ucapkan selamat. Kita bangun bersama-sama membangun negeri ini," ujar Hatta di Cikeas, Bogor, Selasa (2/9).Hatta menuturkan kompetisi pilpres sudah diputuskan MK. Hatta menyebutkan tak baik usai berkompetisi tak tegur sapa dengan Jokowi dan JK."Mari kita berkompetisi yang baik. Selesai kompetisi, selesai. Mari sama-sama membangun bangsa," jelas dia.

Rekomendasi